Pantau Flash
Kapolri Sebut Pelarangan Demonstrasi Agar Negara Tak Kecolongan
4 Hari Lagi, Yahoo Tutup Layanan Group dan Seluruh Konten
Akses Keluar Tol Slipi Arah Gatot Subroto Ditutup karena Isu Demo
IMF: Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah
Nol Prestasi, AC Milan Tekor Banyak Musim Ini

BUMN Tekfin Kode QR 'Ujuk Gigi' di Akhir Februari

BUMN Tekfin Kode QR 'Ujuk Gigi' di Akhir Februari Ilustrasi barcode. (Pixabay)

Pantau.com - Perusahaan BUMN sektor finansial berbasis teknologi (tekfin) dengan layanan kode respon cepat (QR Code) yang bernama LinkAja akan meluncur akhir Februari 2019 atau awal Maret 2019, kata Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) Dadang Setiabudi.

Dadang mengatakan selain empat bank yang merupakan bank negara, dua BUMN lainnya yakni PT. Pertamina Persero dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk akan turut bergabung untuk membentuk BUMN Tekfin Kode QR ini.

Baca juga: Salip Perusahaan Swasta, BUMN akan Dirikan Tekfin QR Code

Adapun empat bank yang akan mengkonsolidasikan layanan Kode QR adalah PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk, PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk, PT. Bank Tabungan negara Persero Tbk, dan PT. Bank Mandiri Persero Tbk. 

"LinkAja itu suatu entitas sendiri di luar perbankan. Rencana meluncur di akhir Februari atau Maret," tambah Dadang.

Dadang mengatakan masing-masing BUMN akan memiliki porsi kepemilikan yang sama dalam LinkAja. Saat ini, LinkAja sedang mengurus proposal permohonan perizinan ke Bank Indonesia selaku regulator sistem pembayaran.

Baca juga: Sebelum Mandiri, Mereka Lebih Dulu Gunakan QR Code Sebagai Pembayaran

Disinggung lebih lanjut mengenai kerja sama dengan prinsipal jasa pembayaran asal China, WeChat dan Alipay, Dadang enggan berkomentar lebih jauh. Dia mengatakan kerja sama dengan prinsipal asing akan diproses setelah LinkAja terbentuk.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan modal yang disiapkan untuk mendirikan BUMN Tekfin Kode QR ini tidak akan begitu besar.

Tanpa menyebut jumlah modal yang disiapkan, dia mengatakan investasi tambahan yang akan dikucurkan hanya untuk merampungkan konsolidasi sistem pembayaran Kode QR dan juga promosi BUMN ini.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: