Forgot Password Register

Headlines

Cara Kelola Uang Juga Ada Tipenya, Kamu Termasuk yang Mana? (Bagian II)

Cara Kelola Uang Juga Ada Tipenya, Kamu Termasuk yang Mana? (Bagian II) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Rupanya mengatur keuangan itu tidak hanya sebatas bakat atau pengalaman. Kalian juga rupanya memiliki tipe-tipe khusus saat mengelola uang. 

Nah coba kenali tipe kalian mengelola keuangan;

The Addictive Spender atau Tukang Shopping


Ilustrasi (Pixabay)

1. Kesulitan untuk mengontrol nafsu belanja.

2. Berbelanja sebagai cara melampiaskan kemarahan, kekhawatiran, dan kesepian.

3. Merasa gembira luar biasa ketika sudah menghabiskan uang.

4. Memiliki banyak kartu kredit yang ‘macet’.

5. Tidak bisa menolak pada kata diskon, sale, dan special price.

6. Merasa memiliki barang branded akan menaikkan harga diri atau reputasi Anda.

Solusinya, sebenarnya ada terbilang memiliki masalah ‘kejiwaan’ karena ia menjadikan belanja sebagai sarana untuk memuaskan egonya. Nah kalian lebih baik konsultasikan hal ini dengan psikolog.

Baca juga: Cara Kelola Uang Juga Ada Tipenya, Kamu Termasuk yang Mana? (Bagian I)

The Saver atau Penabung


Ilustrasi (Foto: Instagram)

Berikut tipe The Saver:

1. Kamu sangat rajin menabung setiap bulan.

2. Berusaha untuk menyimpan uang lebih banyak daripada pemasukan yang terima.

3. Sobat Pantau kurang suka berbelanja.

4. Berfikir hemat adalah kunci untuk menjadi kaya.

5. Kamu tak berani melakukan investasi yang memiliki risiko tinggi.

Baca juga: Update Kelanjutan Esemka, Menperin: Pabriknya Sudah Diresmikan Belum?

The Logical Spender atau Si Perhitungan


Ilustrasi (Pixabay)

Ciri-ciri jika kamu The Logical Spender:

1. Logika atau rasional nomor wahid daripada sekadar perasaan, dalam hal apapun, termasuk keuangan.

2. Memiliki catatan bulanan atau neraca pemasukan dan pengeluaran yang tersusun rapi.

3. Tahu kapan saat berbelanja dan kapan saat menabung.

4. Percaya pada prinsip work hard, play hard.

5. Berani berisiko dalam melakukan sebuah investasi, namun sebelumnya Anda sudah melakukan analisa pasar.

6. Memiliki jadwal rutin untuk bertemu konsultan keuangan pribadi.

Solusinya kalau dikutip smartmama, sobat Pantau terbilang  tepat dengan pengelolaan keuangan. Tapi, jangan pakai ‘kacamata kuda’ atau tetap fleksibel. Maksudnya, jika ada kondisi darurat yang mewajibkan sobat pantau harus mengeluarkan uang lebih banyak daripada jumlah tabungan yang harus disetor.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More