Forgot Password Register

Cerita Bos Bank Dunia Soal Korea Selatan yang Miskin di Masanya

Cerita Bos Bank Dunia Soal Korea Selatan yang Miskin di Masanya Presiden World Bank Group, Jim Yong Kim (Foto: Pantau.com/Nani Suherni)

Pantau.com - Presiden World Bank Group, Jim Yong Kim menceritakan bagaimana kondisi Korea Selatan ketika tahun 1959. Saat itu, ungkap Kim, Korsel adalah negara yang miskin.

Bahkan, bank dunia pun menolak permintaan utang negara gingseng itu karena dikhawatirkan tak mampu membayar utangnya. Namun, akhirnya bank dunia memberikan bantuannya dengan pinjaman suku bunga paling rendah.

"Pada tahun 1962, Korea menerima pinjaman pertamanya dari Bank Dunia untuk sebuah kereta api. Dan yang kedua untuk pendidikan," jelas Kim dalam kegiatan IMF-WB 2018, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Muncul Game Of Thrones di Pidato Jokowi yang Kejutkan Peserta IMF-WB

Ia juga menceritakan bahwa Korea terus berinvestasi dalam pendidikan. Hal itu juga tertuang dalam undang-undang negara membuat wajib sekolah dasar. Pada 1945, 54 persen anak-anak Korea terdaftar di sekolah dasar kemudian pada tahun 1959, 96 persen.

Kemudian, pada 1960-an, Korea memungkinkan untuk masuk sekolah menengah tanpa mengikuti tes; pada tahun 1974 pemerintah memiliki kebijakan standarisasi pendidikan sekolah menengah.

"Pemerintah Korea menyusun rencana lima tahun untuk pendidikan sains dan teknologi pada 1960-an, bersamaan dengan rencana ekonomi lima tahun," tambahnya.

Negara yang maju dengan K-POPnya itu mendirikan Korea Advanced Institute of Sciences dan beberapa lembaga penelitian yang didanai pemerintah lainnya. Bahkan, saat ini, tingkat melek huruf Korea Selatan hampir 98 persen. Dalam 37 tahun terakhir, GDP telah meningkat 47 kali lipat. 

Baca juga: Siapa Mother of Dragon dalam Siklus Perekomonian yang Disebut Jokowi?

Investasi pada orang dapat mengubah kehidupan, mata pencaharian, dan lintasan dari seluruh negara jika mereka adalah prioritas yang mendesak.

Ia bahwa memastikan bahwa jika ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pengurangan kemiskinan, dan membangun sumber daya manusia, kita sebaiknya mengikuti kata-kata mantan Presiden Indonesia Soekarno.

"Presiden Soekarno menantang para pemimpin untuk tidak dibimbing oleh rasa takut, tetapi sebaliknya, dipandu oleh harapan dan tekad dibimbing oleh cita-cita dan ya, dibimbing oleh mimpi," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More