Forgot Password Register

Headlines

Cerita Kembaran Tentang Aipda Denny, Polisi Korban Tewas di Mako Brimob

Dewi Lumianti dan Acu Sumarno (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati) Dewi Lumianti dan Acu Sumarno (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Kabar kematian Aipda Denny Setiadi, korban kerusuhan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob sempat simpang siur di antara keluarganya. Kembaran Denny, Dewi Lumianti mengatakan saat mendapat kabar pada pukul 4 pagi keluarga besarnya hanya menyangka Denny disandera dan bisa selamat.

"Kalau keluarga (dapat kabar) jam 4. Cuma mohon doanya karena pada saat itu taunya kembaran saya masih disandera, mudah-mudahan selamat. Ternyata dikabarin lagi jam 11 udah enggak ada," cerita Dewi ditemui di rumah duka Jalan Kramat 3e, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu malam, 9 Mei 2018.

Baca juga: Denny Polisi Tewas di Mako Brimob Pernah Tangkap Bandar 5 Kg ganja

Berita duka itu disampaikan oleh orangtua Dewi yang ikut mendampingi jenazah Denny saat diautopsi di Rumah Sakit Polri. 

Dewi menambahkan, Aipda Luar biasa Denny Setiadi baru lima bulan ini bertugas di Mako Brimob, Kelapa Dua. Sebelumnya kembarannya tersebut bertugas selama 14 tahun di Polres Bekasi Kota. Di Bekasi, Denny pernah ditempatkan di Sat Narkoba. Dia merupakan polisi yang cukup berprestasi. Bahkan Denny juga turut terlibat dalam pengungkapan 5 kg ganja di awal tahun ini.

Foto Denny Setyadi semasa hidup (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Di usianya yang ke 33 tahun, Denny meninggalkan seorang istri yang juga anggota kepolisian satuan Tipid Narkoba Bareskrim Direktorat Polri dan seorang putri yang masih berusia 2 tahun. 

Dewi menuturkan, meski tak jarang kerap bertengkar dengan kakak kembarnya tersebut, bagi Dewi, Denny merupakan salah satu kebanggaan keluarga besarnya. 

"Dia sangat friendly, bersahabat satu sama lain, mudah bergaul. Rendah hati, kebanggaan banget karena di kita yang penerus Polri dia," ucap Dewi.

"Sebagai kembaran namanya saudara kita kalau ketemu cekcok, saling beda pendapat. Tapi namanya saudara balik lagi, akur-akur lagi," tambahnya. 

Baca juga: Saat Sandera Polisi, Napi Teroris di Mako Brimob Sempat Rakit Bom

Keluarga besar Denny memang mayoritas berprofesi polisi. Salah satu bibi Denny, Apong menyebut keponakannya tersebut menjadi polisi karena mengikuti jejak ayah dan kakeknya. 

"Iya bapaknya juga polisi tapi udah pensiun. Kakek juga polisi," ucapnya. 

Sebagai seorang bibi, Apong menilai sosok Denny memang begitu disayangi keluarga besarnya. Anak kedua dari tiga bersaudara itu kerap menjadi contoh bagi keponakannya yang lain. 

"Dia mah ceria, kesayangan deh pokoknya kita semua. Baik, soleh," ucap Apong. 


Sebagai pihak yang menjadi korban, Dewi memiliki pesan khusus kepada pelaku kerusuhan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Kehilangan orang terkasih secara tiba-tiba membuat keluarga besar Aiptu Denny begitu terpukul.

Karenanya mereka mengharapkan agar peristiwa kericuhan seperti itu tidak terulang lagi.

"Jangan saling melukai satu sama lain, harusnya damai," kata Dewi.

Baca juga: Pasca Kerusuhan Rutan, Jalan Depan Mako Brimob Sudah Dibuka

Meski telah mengikhlaskan kematian kakaknya tersebut, namun kepergiannya yang begitu tak sangka cukup sulit dirasakan oleh Dewi.

"Kalau pun meninggal juga ya meninggal yang wajar kaya sakit. Kalau dalam kondisi begitu kan rasanya gimana ya," ucapnya.

Hal yang sama diutarakan ayah Denny, Acu Sumarno. Acu yang juga pensiunan polisi itu mengingatkan agar setiap anggota kepolisian memang sudah seharusnya selalu bersikap waspada.

"Saya telah menjadi polisi selama 38 tahun, pangkat terakhir saya AKP. Keinginan saya agar waspada. Polisi itu pasti selalu ada celah-celah orang mau masuk. Karena apa? Namanya orang melawan hukum pasti akan berusaha membela diri, lepas. Kalau perlu polisinya dibantaikan," kata Acu.

Prosesi sebelum pemakaman Denny (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Share :
Komentar :

Terkait

Read More