Forgot Password Register

Cerita Polisi Korban Bom Surabaya Saat Melihat Rekannya Terkapar

Briptu Dimas Indra (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati) Briptu Dimas Indra (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Empat anggota kepolisian yang menjadi korban pada ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya masih dirawat intensif di RS Bhayangkara. Meski kondisi fisik keempatnya berangsur membaik, namun secara psikologis mereka masih mengalami trauma.

Briptu Dimas Indra yang juga menjadi salah satu korban ledakan mengaku sulit tidur karena khawatir dengan kondisi rekannya, Bripda Taufan, anggota polisi yang mengalami luka paling parah.

"Kepala masih terngiang. Saya pengen tau si Afan (panggilan Taufan)," kata Dimas saat dijenguk rombongan Polrestabes Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Polisi Musnahkan Barbuk Bom Surabaya, Termasuk 15 Bahan Peledak Milik Dita

Sejak dimasukkan ke rumah sakit, keempatnya memang terus dirawat secara intensif di ruangan berbeda. Dimas bercerita saat peristiwa ledakan itu terjadi dirinya berada di belakang Afan yang menghadang motor teroris di pintu masuk Polrestabes Surabaya.

Bripda Taufan (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Afan mengalami luka cukup parah di mata dan telinganya, seluruh giginya tanggal.

"Saya liat Afan keluar darah dari mulut tapi masih gerak-gerak. Saya teriak karena saya tau Afan masih hidup. 'Cepet ambulans karena ada anggota masih hidup'," cerita Dimas.

Baca juga: Polisi Minta Keluarga Bomber Surabaya Tes DNA di RS Bhayangkara

Sementara itu Wakapolrestabes Surabaya AKBP Pratomo Satriawan mengatakan Afan telah bisa bicara namun pendengarannya belum sepenuhnya pulih.

"Si Afan sudah bisa bicara. Telinganya yang masih belum sempurna, pendengaran belum maksimal," katanya usai menjenguk keempat anggota polisi di RS Bhayangkara.

Ledakan di Mapolrestabes Surabaya itu terjadi pada Senin, 14 Mei 2018, sekitar pukul 08.30 WIB. Pelaku meledakkan bom bunuh diri saat memaksa masuk ke dalam Polrestabes. Saat dihadang oleh Bripda Taufan bom kemudian meledak dan menewaskan tiga pelaku.

Satu anak pelaku yang berusia delapan tahun dinyatakan selamat dan masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More