Forgot Password Register

Headlines

Cerita Sedih Istri Korban Miras: Dede Meninggal di Pangkuan Saya

Foto Dede Ruhimat dan Iir Afrianti. (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio) Foto Dede Ruhimat dan Iir Afrianti. (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

Pantau.com - Kasus tewasnya puluhan orang korban miras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, menyisakan duka yang mendalam bagi Iir Afrianti (32), istri Dede Ruhimat (31), korban tewas pertama di wilayah itu. 

Saat Pantau.com menyambangi rumahnya di Jalan Bypass, Cicalengka, Kabupaten Bandung, raut kesedihan masih terlihat di wajahnya yang layu. Di rumah bercat kuning dan berdinding triplek itu, Iir menceritakan getirnya ditinggal sang suami tepat satu bulan usai keguguran anak pertama mereka. Yang lebih membekas dibenak Iir, Dede menghembuskan napas terakhirnya tepat di atas pangkuan Iir, di sebuah saung dekat lahan kuburan.

Iir Afrianti, istri korban tewas miras oplosan (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

"Di daerah Cicalengka ini, almarhum suami saya menjadi korban pertama yang meninggal dunia akibat miras oplosan," ujar Iir kepada Pantau.com, Rabu (11/4/2018). 

Baca juga: Warga: Tersangka Miras Cicalengka Sering Buang Sisa Racikan ke Sungai

"Saya sama dia baru 7 bulan nikah, baru juga bulan Maret kemarin keguguran, ditambah lagi sekarang ditinggal sama suami," ujarnya.

Dengan suara lirih, Iir menuturkan kronologis tewasnya sang suami. Menurut pengakuan Iir, Dede sudah dua hari berturut-turut menenggak minuman keras jenis ginseng bersama teman-temannya sesaat sebelum meregang nyawa.

Rumah Dede dan Iir (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

"Dari hari Kamis terus Jumat terus-terusan minum ginseng di sini di rumah, kalau hari Kamis minum sama teman-temannya enggak tahu habis berapa botol, kalau pas Jumat yang minum di rumah itu habis tiga botol sama temannya," ujarnya. 

Baca juga: Warga Cicalengka Sebut Penjual Miras Maut Bukan Penduduk Asli

"Setelah itu Sabtu, 7 April 2018 pagi jam 8 udah muntah-muntah sampai Maghrib. Terus abis Isya langsung ngedrop enggak bisa bicara, enggak bisa melek, dan enggak bisa gerak sama sekali. Terus jam 21.30 di saung yang berada di samping rumah ini, saat berada di pangkuan saya, pas saya pegang dadanya udah enggak ada denyut jantungnya, terus saya periksa mulut sama hidungnya enggak ada hembusan nafas dan saya pegang nadi leher sama nadi tangan udah enggak ada denyutnya. Baru di situ saya sadar bahwa suami saya sudah meninggal," ujarnya sambil menyeka air mata.