Pantau Flash
PB Djarum Fokus Cetak Tunggal Putra
Erupsi Gunung Merapi Masih Akan Terus Terjadi
Tol Japek Elevated Dioperasionalkan Fungsional saat Libur Natal-Tahun Baru
Iwan Bule: Shin Tae-yong Salah Satu Pelatih Berprestasi di Dunia
Tottenham Tunjuk Mourinho Gantikan Pochettino

Cerita Warga Jerman yang Girang Tak Gunakan Uang Tunai ke China

Cerita Warga Jerman yang Girang Tak Gunakan Uang Tunai ke China Pembayaran Alipay (Foto: Xinhua)

Pantau.com - Membawa pulang gadget "Made in Germany" telah menjadi ritual di kalangan wisatawan China yang menunjukkan penghormatan terhadap kualitas tinggi.

Tetapi ketika datang ke inovasi China yang mengesankan rekan-rekan Jerman adalah sistem pembayaran mobilenya. akan memilih pembayaran mobile.

Dilansir China Daily, wisatawan asal Jerman Thomas Derksen mengaku tertarik dengan gaya hidup tanpa uang tunai di China sehingga dia menulis surat kepada Kanselir Jerman Angela Merkel, mengusulkan pengadopsian pembayaran mobile di negaranya sendiri.

Baca juga: Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Sebagai orang asing yang menjadi selebritas internet di China, Derksen melihat stereotip China, berbicara dengan dialek lokal dengan lancar dalam episode video buatannya sendiri di seluruh platform konten video utama seperti QQ, Douyin ke Meipai.

Berasal dari Cologne, Derksen bekerja di bank lokal selama tiga tahun sebelum ia belajar politik dan ekonomi Asia Timur untuk jurusan universitas di usia 23. Program pertukaran di Universitas Fudan mendaratkannya di Shanghai, di mana sifat kosmopolitan kota dan langkah pusingnya memukau. dia.

"Saya selalu bercita-cita untuk melakukan sesuatu yang internasional dan berpengaruh, dan China adalah tempat terbaik yang dapat saya pikirkan saat ini," katanya.

Menjelang KTT G20 2016 di Hangzhou, ia mengunggah video di mana ia melewati hari tanpa uang tunai di kota menggunakan Alipay, alat pembayaran seluler terbesar di negara itu, mulai dari naik bus, membayar tagihan hingga meminjam payung tanpa dipungut biaya.

Tanggapan positif pemirsa mendorongnya untuk memproduksi sekuel selama KTT G20 2017 di Hamburg, Jerman, ketika ia membacakan surat terbuka kepada Kanselir Jerman Angela Merkel untuk mendorong adopsi pembayaran mobile.

"Di sini (di China) saya menemukan era pembayaran mobile telah tiba saatnya bagi Jerman untuk belajar dari China," katanya.

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Melalui pertunjukan, ia juga mengenal mitra bisnisnya di masa depan, dengan siapa ia bersama-sama mendirikan sebuah konsultasi bisnis Derksen Industries Co Ltd yang menargetkan bisnis kecil Jerman yang datang ke China dan mereka yang ingin berekspansi ke Jerman.

Dia juga bertanggung jawab atas pemasaran dan acara untuk perusahaan fintech, yang menggunakan perangkat lunak otomatis untuk membantu orang melakukan investasi cerdas di luar negeri.

"Segalanya berubah sangat cepat di sini (di China). Saya biasanya tidak membuat keputusan jangka panjang, tetapi tujuan akhir saya adalah menjadi jembatan budaya antara Jerman dan China," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi