Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

China Bisa Ciptakan 200 Juta Pekerjaan di Ekonomi Digital, Indonesia?

Headline
China Bisa Ciptakan 200 Juta Pekerjaan di Ekonomi Digital, Indonesia? Pengunjung Light of the Internet Expo (Foto: Daily China/ Zhu Xingxin)

Pantau.com - Economic Information Daily melaporkan, Ekonomi digital China memiliki potensi untuk menciptakan lebih dari 200 juta pekerjaan pada 2020.

"Perkembangan ekonomi digital tidak hanya memajukan peningkatan lapangan kerja tetapi juga membawa peluang kerja baru," Kata Sun Ke, direktur Institut Penelitian Ekonomi Digital dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok (CAICT) yang dikutip China Daily.

Sun mengatakan transformasi digital dari industri tradisional telah menjadi saluran penting untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga: Sering Dianggap Bangkrut, Segini Ternyata Uang BUMN Indonesia

Industri sekunder adalah sektor utama yang memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru melalui transformasi digital, kata surat kabar itu.

Statistik CAICT menunjukkan bahwa 50,54 juta pekerja terlibat dalam transformasi digital industri sekunder pada tahun 2017, hanya menyumbang 22,4 persen dari total lapangan kerja industri sekunder.

Namun, potensi transformasi tersebut untuk menciptakan lapangan kerja belum sepenuhnya dieksplorasi, dengan tantangan seperti kesenjangan pasokan talenta digital dan kurangnya layanan lapangan kerja yang beragam, menurut surat kabar tersebut.

Baca juga: Ritel di Mall Tutup, Mendag: Orang Tak Mau Lagi Buka-buka Rak

Sun menyarankan bahwa China harus mengembangkan model baru ekonomi digital, seperti data besar dan kecerdasan buatan untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja, dan memberikan lebih banyak dukungan kebijakan bagi karyawan yang terlibat dalam ekonomi digital.

Di Indonesia, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 17 juta orang yang bekerja dibidang ekonomi digital hingga 2030.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: