Forgot Password Register

Headlines

CIPS: Kebijakan Impor Gula Konsumsi Tidak Efektif

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika) Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan kebijakan terkait impor gula dinilai tidak efektif. Hal ini dinilai perlu dilakukan karena pada awalnya tujuan impor gula yakni memenuhi kebutuhan gula konsumsi dalam negeri dan juga menstabilkan harganya.

Namun realisasinya, kebijakan impor gula konsumsi ternyata tidak berhasil menurunkan harga gula konsumsi di Tanah Air. 

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri mengatakan, harga gula konsumsi di Indonesia justru lebih tinggi daripada harga gula konsumsi di pasar internasional.

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Deretan Produk Ini Asli Indonesia

"Berdasarkan data yang yang kami dapatkan, harga gula konsumsi domestik cenderung naik setiap bulan," ujarnya saat ditemui di Jl. Sunda, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Ia mencatat, harga gula konsumsi naik 17,5 persen dari sekitar Rp 10.599,5 per kilogram pada September 2010 menjadi Rp 12.455,3 per kilogram Februari 2018.

"Pada akhir pengamatan, yaitu Februari 2018, harga gula konsumsi dalam negeri lebih dari tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan harga di pasar internasional," ungkapnya.

Baca juga: Anti Rugi, Ayo Coba Bisnis Gorengan Kekinian

Kemudian upaya pemerintah membuka keran impor untuk memenuhi shortage penawaran gula konsumsi dalam negeri seperti yang dijelaskan dalam Peraturan Kementerian Perdagangan nomor 117 tahun 2015 juga dinilai tidak efektif untuk menurunkan harga. 

"Namun upaya pemerintah ini tidak lantas membuka perdagangan impor dengan bebas, tetapi terdapat restriksi dalam beberapa hal, seperti jumlah impor dan waktu impor yang diatur oleh pemerintah melalui rapat koordinasi antar kementerian," ucapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More