Forgot Password Register

Coba Ambil Hati Zulhas, Ini Konsep Politik Ala Gatot Nurmantyo

Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Gatot Nurmantyo (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Gatot Nurmantyo (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan seakan menjadi momentum bagi mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk menyampaikan sejumlah pemikirannya terkait Pilpres 2019 mendatang dan berbagai ancaman serangan terhadap Indonesia.

Salah satunya adalah cara mengatasi perselisihan antar calon yakni dengan cara mengadaptasi musyawarah untuk mufakat di dalam pesta demokrasi 2019 mendatang.

"Berkaitan dengan Pilpres yang sudah mulai ramai, saya hanya sampaikan bahwa budaya kita adalah musyawarah untuk mufakat. Ini adalah budaya yang sangat luhur dan Pilpres sebenarnya kan pesta demokrasi," tutur Gatot usai bertemu dengan Zulhas di kantornya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Baca juga: Zulkifli Hasan Bertemu Gatot Nurmantyo, Bahas Capres 2019?

Sehingga, lanjut Gatot penting untuk para peserta Pileg dan Pilpres untuk menurunkan ego untuk persatuan Indonesia, dan lebih berkonsentrasi pada adu konsep dan gagasan.

"Jadi kalau semua menyatukan hati untuk Indonesia, saya kira kita menjalankan konsep yang baik, jangan senggol-senggolan karena susah kalau bangsa ini sudah terpecah," papar Gatot.

Terlebih menyoal proxy war yang pernah disampaikannya ke publik, Gatot juga turut mengungkitnya dalam pertemuan bersama Ketua Umum PAN itu.

"Sejak 2014 saya berulang bicara proxy war, atau ancaman perang yang membahayakan kehidupan bangsa. Budaya kita mulai tergerus dan nilai budi pekerti kita tergerus, pemuda kita hampir setiap hari kita dengar polisi menangkap narkoba yang tak sedikit," terangnya.

"Ini yang saya sampaikan kepada Pak Zul sebagai aspirasi rakyat juga," sambungnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More