Pantau Flash
Hafiz/Gloria Rebut Tiket Final Thailand Masters 2020
43 Narapidana Terima Remisi Imlek pada Tahun 2020
Trump Naikkan Tarif Produk Turunan Baja dan Alumunium Beberapa Negara
Winger Chelsea Gabung Inter Milan dengan Status Pinjaman
Menhub Minta Tarif Garuda Bisa Dijangkau Masyarakat

Cuitan Soal Pelacur di Bali Viral, Ini Klarifikasi Lisa Marlina di Twitter

Cuitan Soal Pelacur di Bali Viral, Ini Klarifikasi Lisa Marlina di Twitter Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Lisa Marlina mengklarifikasi soal cuitannya tentang Bali viral di media sosial pada beberapa hari lalu.

Dalam akun Twitter miliknya, Lisa menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan maksud dari tulisannya yang dianggap telah melecehkan Bali dan para perempuan di Pulau Dewata itu. 

"Sekali lagi dari lubuk hati yang terdalam dan penyesalan saya memohin maaf apabila twitwar saya dengan yang bersangkutan, menyinggung perasaan banyak orang, akan saya jadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat," tulis Lisa Marlina di akun Twitternya @lisaboedi, Minggu, 21 Juli.

Baca juga: 5 Fakta Soal Lisa Marlina yang Dianggap Lecehkan Wanita Bali di Twitter

Lisa Marlina menjadi sorotan di media sosial usai cuitannya yang menyebutkan pelacuran dan pelacur ada setiap jengkal di Bali.

"Di Bali itu nggak ada pelecehan sexual karena kalau dilecehkan ya seneng-senang saja. Mau menyalurkan hasrat pun gampang karena pelacur dan pelacurannya available setiap jengkal, modal sedikit dapat. Jadi nggak akan ada yang dilaporin lah," tulisnya.

Baca juga: Dianggap Lecehkan Wanita Bali, Niluh Djelantik Akan Polisikan Lisa Marlina

Cuitan itu bermula saat Lina merespon cuitan netizen yang menuliskan soal Tanah Jawa. Ia kemudian menyerang pemilik akun @ambarwatirexy yang diketahui tinggal di Pulau Bali.

"Saya akui saya kurang hati-hati mematahkan argumen yang bersangkutan, sehingga mengalirkan kalimat lain dibawahnya, tentu banyak yang berharap saya bisa mengklarifikasi maksud tulisan saya. Tidak ada maksud saya mendiskreditkan masyarakat bali karena menurut saya pelacuran adalah sampah masyarakat," tulisnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional