Pantau Flash
Pelebaran Trotoar di Cikini Korbankan Jalur Sepeda
Hasto: Ahok Tak Harus Keluar PDIP Jika Diberi Tugas di BUMN
Semua Anggota Polri Dilarang Pamer Kekayaan di Media Sosial
Luhut Panjaitan: Kami Nggak Mau Teknologi Kelas 2 Datang ke Indonesia
Banderol Marko Simic Terlalu Tinggi untuk Sepak Bola Indonesia

Curhat di Sosial Media Bukan Solusi Malah Bikin Stres

Curhat di Sosial Media Bukan Solusi Malah Bikin Stres Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Di era teknologi seperti sekarang, seseorang lebih senang menumpahkan segala keluh kesah atau masalah melalui media sosial, padahal hal tersebut justru dapat memicu stres. Untuk itulah betapa pentingnya teman berbincang atau sekadar mendengarkan tetap diperlukan.

Meski demikian, berbincang sebaiknya dilakukan secara langsung bukan melalui telepon ataupun pesan instan. Karena dengan bertatap muka ada interaksi seperti sentuhan atau rangkulan yang bisa dilakukan saat mendengarkan.

Baca juga: Amankah Makan Biji Kopi Secara Langsung?

"Anak muda sekarang lebih mudah stres dan sekarang semakin parah karena berhubungan dengan gadget. Ini (gadget) memang bisa menyalurkan emosi (curhat di sosial media) tapi tidak memberikan koreksi. Kalau ketemu kita bisa melakukan sentuhan, merangkul, itu yang sangat dibutuhkan manusia,"  kata pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Dr. Devie Rachmawati, M. Hum., CPR di Jakarta, belum lama ini.

Devie mengatakan bahwa manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendirian. Mereka tetap membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dan menumpahkan segala masalah.

"Perlu banget ya. Ketika gelas itu sudah penuh kita butuh menumpahkannya. Persoalannya di sosial media semua orang sibuk menumpahkan akhirnya semua orang stres karena mereka tidak merasa didengar," kata Devie.

Baca juga: Tips Mudah Merawat Kuku Agar Tetap Cantik Secara Alami

Mendengarkan adalah poin penting dalam berkomunikasi. Menurut Devie, terkadang orang yang memiliki masalah hanya perlu untuk didengarkan agar merasa lebih diperhatikan.

"Dengan mendengarkan kita membantu anak muda yang butuh saluran. Kalau udah kosong, diisi dengan yang positif. Jadi langkahnya kita rangkul anak-anak kita yang stres biar mereka menumpahkan perasaannya kemudian diisi dengan positif," katanya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: