Forgot Password Register

Dalangi Aksi Penipuan Via Facebook, WN Nigeria Diringkus Polisi

Dalangi Aksi Penipuan Via Facebook, WN Nigeria Diringkus Polisi Ilustrasi Penangkapan (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Seorang warga negara Nigeria berinisial ASE alias Donal Key, diringkus petugas Polda Metro Jaya lantaran terlibat sindikat penipuan melalui media sosial bersama kekasihnya yang seorang WNI, berinisial SD.

"Tersangka ASE mencari korban melalui akun media sosial," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Baca juga: Terlilit Utang, Seorang Dokter Nekat Jadi Otak Peredaran Uang Palsu

Argo menambahkan, ASE yang mengaku tentara Amerika Serikat memasuki masa pensiun, berkenalan dengan korban bernama Dian Ekawati melalui media sosial Facebook. Hubungan komunikasi berlanjut melalui aplikasi pesan singkat telepon selular. Kemudian ASE mengutarakan hendak berinvestasi membeli properti di Indonesia.

Argo menuturkan, ASE meminta alamat rumah korban untuk mengirimkan paket berupa dokumen penting dan uang tunai USD500.000. Untuk meyakinkan korbannya, ASE juga menunjukkan bukti pengiriman paket melalui perusahaan ekspedisi GO Express tertanggal 9 Desember 2017.

Sementara itu, kekasih ASE berinisial SD mengaku sebagai petugas kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, turut meyakinkan dengan mengatakan bahwa barang dikirim ASE telah sampai di Indonesia.

Baca juga: Penyamaran Polisi Berhasil Ungkap Sindikat Uang Palsu di Jakarta

SD yang bersekongkol dengan ASE meminta korban menyiapkan dan mengirimkan dana Rp11,6 juta untuk membayar pajak bandara ke rekening bank yang sudah disiapkan pelaku.

Pada 12 Desember 2017, SD kembali menghubungi korban untuk membuat sertifikat antikorupsi sebesar Rp27,3 juta dan meminta korban mentransfer uang Rp40 juta pada keesokan harinya.

Korban yang awalnya percaya, mulai curiga terhadap aksi penipuan yang dilakukan tersangka, lantaran paket yang dijanjikan tidak pernah diterima sehingga korban lapor ke polisi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More