Forgot Password Register

Dalih Menanggung Anak Yatim Piatu, Setya Novanto Minta Asetnya Tak Diblokir

Dalih Menanggung Anak Yatim Piatu, Setya Novanto Minta Asetnya Tak Diblokir Setya Novanto saat membacakan pledoi (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti)

Pantau.com - Setya Novanto meminta hakim untuk mencabut pemblokiran aset dan tabungan miliknya. Novanto berdalih, ia masih memiliki banyak tanggungan, salah satunya adalah anak-anak yatim piatu di beberapa pondok pesantren. 

"Terhadap seluruh aset tabungan giro properti baik atas nama sendiri, atas nama istri saya, atas nama anak saya Reza Herwindo, Dwina Michaela, Gavriel Putranto, agar dapat dicabut pemblokirannya, karena tak ada kaitannya langsung dengan fakta ini," ujar Novanto saat membacakan pembelaannya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Baca juga:Setya Novanto Menangis Saat Membacakan Pledoi, Ini Penyebabnya

Permohonan ini, karena Novanto masih memiliki beban istri, biaya anak sekolah, dan beberapa tanggungan anak yatim piatu di beberapa pondok pesantren di Sukabumi dan Sawangan, Depok.

"Saya masih tanggungan istri dan dua orang anak yang masih sekolah SMP yang baru 12 tahun, yang masih membutuhkan figur ayah. Saya juga punya tanggungan anak yatim piatu di pondok pesantren di Sukabumi dan Sawangan, Depok," ujar mantan Ketua DPR RI itu.

Tidak hanya itu, Novanto juga mengharapkan tuntutan jaksa yang mencabut hak politiknya, dapat dipertimbangkan dengan matang, karena ia bukanlah orang baru dalam dunia politik.

"Saya hampir sudah dua tahun berkarir di dunia politik dari tingkat paling bawah hingga jadi Ketua DPR RI. Besar harapan saya semoga hak politik dapat dipertimbangkan," ujarnya.

Baca juga: Bacakan Nota Pembelaan, Setya Novanto Minta Maaf

"Saya tidak pernah terlibat masalah hukum, secara jujur (tuntutan) ini sangat berat. Saya terpukul apalagi kedudukan saya sebagai Ketua DPR dari 560 anggota, namun saya ikhlas menjadi kembali rakyat biasa dan pasrah menyerahkan hati kepada Allah," ujarnya.

Sebagai infomasi, pada Kamis, 29 Maret 2018 lalu, Setya Novanto dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK kurungan 16 tahun bui dan denda Rp1 milyar subsider 6 bulan penjara karena keterlibatannya di kasus korupsi e-KTP.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More