Forgot Password Register

Dede Yusuf Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Miras Oplosan

Dede Yusuf (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Dede Yusuf (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf secara tegas meminta aparat untuk menelusuri oknum yang telah mencampur zat-zat berbahaya dalam minuman keras (miras) dan pemesan minuman di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Kami minta pihak kepolisian untuk menelusuri orang yang telah mencampur, orang yang membutuhkan, jadi ada demand (permintaan) dan ada supply (pemasukan), dua-duanya harus dicari," ujar Dede Yusuf kepada Pantau.com di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Baca juga: Warga: Tersangka Miras Cicalengka Sering Buang Sisa Racikan ke Sungai

Dede juga memprediksi bahwa ada satu kelompok komunitas tertentu yang memang sudah berlangganan dengan miras oplosan itu, untuk melakukan kegiatan mabuk-mabukkan.

"Jadi yang harus dicari adalah siapa yang menjadi penggunanya, apakah ada komunitas tertentu atau ada sekelompok orang yang memang sudah terbiasa dengan kegiatan-kegiatan seperti itu," katanya. 

Tak hanya itu, menurut Dede permasalahan yang ada di lapangan terkadang masyarakat kalangan kelas bawah tidak mampu untuk membeli miras yang sudah terdaftar di BPOM karena mahalnya pajak, hal ini membuat oplosan menjadi solusi.

"Apakah yang dikarenakan minuman beralkohol pajaknya mahal, sehingga akhirnya orang mencari yang oplosan," kata Dede.

Baca juga: Warga Cicalengka Sebut Penjual Miras Maut Bukan Penduduk Asli

Faktanya, harga miras oplosan memang cenderung murah. Dengan uang Rp20 ribu, masyarakat sudah bisa membawa pulang satu kantong plastik oplosan, dan jarang pula yang mengecek kandungannya, karena dianggap sudah biasa dikonsumsi.

"Tentunya masyarakat harus diinformasikan oplosan berbahaya bagi kesehatan," tutupnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More