Forgot Password Register

Defisit Anggaran Rp94,4 Triliun, Sri Mulyani Klaim Ada Perbaikan

Defisit Anggaran Rp94,4 Triliun, Sri Mulyani Klaim Ada Perbaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) (Foto:Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Kementerian Keuangan mencatat akumulasi dari pendapatan negara hingga akhir Mei 2018 sebesar Rp 685,06 triliun  dengan belanja negara sebesar Rp779,51 triliun. Sehingga defisit anggaran tercatat sebesar Rp94,45 triliun atau sekitar 0,31 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan APBN sampai 30 Mei mengalami perbaikan signifikan baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja.

"Total defisit anggaran APBN hingga akhir Mei sebesar Rp94,4 triliun. Kalau dibandingkan tahun lalu jauh lebih besar Rp128,7 triliun. Disini berarti ada perbaikan," ujarnya jumpa pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Baca juga: Usai Halal Bihalal Sri Mulyani CS Menghadap Jokowi, Bahas?

Dari data tersebut realiasi belanja dari target penerimaan pendapatan negara dan hibah yang ditetapkan pada APBN 2018 hingga Mei 2018 ini sudah mencapai 36,16 persen.

Sementara itu, realisasi belanja negara sampai dengan akhir Mei 2018 sebesar Rp779,51 triliun. Jumlah tersebut mencapai 35,10 persen dari alokasi dalam APBN 2018. Jumlah tersebut meningkat 7,85 persen dari periode yang sama tahun 2017.

Jumlah tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp458 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp321,51 triliun.

Kemudian, untuk realisasi belanja barang pada akhir Mei 2018 sebesar Rp84,89 triliun atau 25,0 persen. Belanja modal mencapai Rp30,86 triliun atau 15,1 persen dari pagunya pada APBN 2018.

Baca juga: BI Tarik Uang Ini, Buruan Tukar Sebelum Tak Berlaku

Selanjutnya pihaknya mencatat, realisasi subsidi adalah sebesar Rp60,97 triliun atau sebesar 39,0 persen. Belanja bantuan sosial mencapai Rp39,25 triliun atau sekitar 48,3 persen dari pagunya pada APBN tahun 2018.

Selain itu, penerimaan perpajakan hingga akhir 2018 mencapai Rp538,66 triliun, PNBP sebesar Rp144,99 triliun, dan hibah sebesar Rp1,41 triliun.

"Secara year on year pertumbuhan realisasi penerimaan perpajakan dan PNBP hingga akhir Mei 2018 berturut-turut adalah 14,53 persen dan 17,38 persen," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More