Forgot Password Register

Demi Amir Hamzah, Lukman Sardi Rela Ubah Penampilan

Demi Amir Hamzah, Lukman Sardi Rela Ubah Penampilan Lukman Sardi. (Foto: Pantau.com/Ryan Cesario)

Pantau.com - Lukman Sardi selalu total jika dipercaya untuk memerankan sebuah karakter dalam film maupun layar lebar.

Seperti saat dirinya dipercaya untuk memainkan sosok sastrawan Amir Hamzah dalam sebuah teater yang rencananya akan dipentaskan pada awal bulan Februari 2019 nanti. 

Demi totalitasnya memerankan tokoh sang sastrawan tersebut, Lukman merubah penampilannya.

"Penampilan gue melewati beberapa masa nih, dari ubanan gini, terus balik lagi ke hitam. Ya harus menyesuaikan dengan apa yang ada dari karakter itu. Karena kita lihat dari foto-foto Amir Hamzah, orangnya glimis, orang yang rapi, bukan orang yang rambut panjang apa segala macam. Jadi penyesuaian-penyesuaian itu tentunya harus ada," ujar Lukman saat ditemui di Galeri Kaya Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2018).

Baca juga: Lukman Sardi Selalu Bawa Pesan Almarhum Ayahnya dalam Meniti Karir

Menurut Pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1971 ini, seorang aktor atau aktris perlu melakukan penyesuaian karakter untuk mendalami sosok yang akan ia mainkan.

"Aktris itu perlu melakukan sesuatu untuk membuat  karakter itu hidup bukan hanya dari sisi dalam tapi secara fisik juga harus, mau itu perubahan rambut, fisik, badan, suara atau apapun itu. Itu memang sangat dibutuhkan oleh seorang aktor dalam memerankan karakter," ucapnya.

Baca juga: Lukman Sardi Menyerah pada Komedi, Kok Bisa?

Tak hanya merubah penampilannya agar lebih mendalami penjiwaan, Lukman juga melakukan riset dan membaca karya-karya dari Amir Hamzah agar semakin mengenal sosok sang sastrawan yang akan ia mainkan.

"Aku baca dari riset, buku-buku yang menulis tentang dia. Dari tulisannya saja gue banyak dapat sentilan di mana kita hanya tahu kalau Amir Hamzah, oke, penulis yang bagus dengan karyanya, tapi ternyata perjalanan hidupnya begitu sulit dan kompleks. Nah dari situ aku belajar banyak hal baru, terlebih soal cinta dan rasa dan memaafkan, bagaimana hal itu bisa membuat segala sesuatu menjadi jauh lebih baik lagi," tutur Lukman.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More