Pantau Flash
Pelabuhan Merak-Bakauheni Titik Krusial Mudik Natal dan Tahun Baru 2020
Saut Situmorang: Korupsi Bikin Kiamat Suatu Negara
3 Wakil Indonesia Berebut Medali Emas Bulutangkis SEA Games 2019
43 Orang Tewas Setelah Si Jago Merah Lalap Gedung 6 Lantai
Zulkifli Hasan: Jualan Surga dan Negara Sudah Tidak Laku di Pilpres

Demi Layani Masyarakat Lebih Maksimal, Jasa Raharja Perkuat Aplikasi JRku

Demi Layani Masyarakat Lebih Maksimal, Jasa Raharja Perkuat Aplikasi JRku Aplikasi JRku. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Jasa Raharja sadar betul jika penggunaan internet dan ponsel pintar atau smartphone yang sangat meluas dan banyak dipergunakan oleh masyarakat harus dimanfaatkan untuk mendigitalisasi layanan, agar semakin efisiensi.

Karena itu Jasa Raharja mengimplementasikan kemajuan tekhnologi digital tersebut dalam layanannya khususnya dalam penggunaan aplikasi Jasa Raharjaku atau JRku,serta terus memperbaharui sistem pelayanannya, agar dapat memberi kemudahan dalam pelyanan, baik kepada masyarakat maupun kepada pegawainya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Manajemen Risiko dan Tekhnologi Informasi Jasa Raharja, Wahyu Wibowo, dalam jumpa media, yang membahas tema'Transformasi Manajemen Resiko dan Tekhnologi Informasi Jasa Raharja', di kawasan Senopati, Jakarta selatan.

“Jasa Raharja telah memiliki aplikasi yang namanya JRku, aplikasi ini fitur utamanya adal untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat. Selain itu juga untuk mempermudah pelayanan kedalem atau pegawai. Juga ditambah dengan fitur fitur pendukung lainnya”,ucap Wahyu Wibowo.

Aplikasi JRku yang melayani masyarakat secara digital, diantaranya pengajuan santunan secara online, melayani pembayaran iuran wajib kendaraan bermotor umum (IWKBU) untuk pemilik otobus, pengecekan masa berlaku sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ), serta sejumlah fitur lain.

"Untuk santunan online, masyarakat dapat mengajukannya melalui smartphone di mana dan kapan saja. Masyarakat juga dapat melakukan tracking sampai di mana pengajuannya diproses maupun melihat riwayat pengajuan yang telah dilakukan," tambah Wahyu.

Fitur lain yang cukup menarik yaitu informasi kerawanan suatu lokasi, yang didasarkan dari berbagai laporan klaim kecelakaan yang selama ini ditangani Jasa Raharja. Masyarakat juga dapat melaporkan ke JRku saat menemukan kecelakaan di jalan dengan menyertakan foto sehingga dapat langsung ditangani petugas.

"Untuk fitur pembayaran maupun transfer saldo, kami akan menggandeng Finpay Money dari Finnet sebagai bagian dari kerja sama co-branding. Jadi aplikasi ini akan terus dikembangkan lebih lanjut guna memperkuat fungsi kehadiran negara kepada masyarakat yang terkena musibah kecelakaan," tutur Wahyu.

Hal tersebut pun sudah dibuktikan Jasa Raharja, yang mampu memberikan kecepatan layanan, bahkan tanpa masyarakat mengajukan klaim secara langsung. Seperti contohnya kecelakaan bus beberapa waktu yang lalu di simpang emen, Tanggerang. 

Meski di akhir pekan dan jenazah korban belum sampai ke rumah, petugas Jasa Raharja telah datang dan langsung membayarkan santunan ke ahli waris. Pembayaran tersebut dilakukan dalam bentuk buku tabungan dan kartu ATM.

"Pembayaran nontunai dilakukan karena berdasarkan pengalaman. Sering kali setelah dibayarkan tunai kepada ahli waris, meski petugas kami belum pergi, uang tersebut sudah diperebutkan. Maklum, jumlahnya yang bisa mencapai Rp50 juta. Itu ramai sekali sehingga dapat menjadi risiko," papar Wahyu lagi.

Keberhasilan yang lain mencakup digitalisasi layanan untuk kecepatan dan kemudahan informasi, digitalisasi pendapatan dengan integrasi transaksi sumbangan wajib di Samsat, kolaborasi dengan angkutan daring, dan pemanfaatan aset perusahaan untuk komersial.

Aplikasi ini rencananya akan terus dikembangkan Jasa Raharja dan layanannya bakal terus diperluas, seperti dapat melakukan pembelian tiket, pembayaran tagihan, hingga membeli pulsa maupun gas.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Dini Afrianti Efendi
Category
Ekonomi Nasional