Pantau Flash
Kisruh Jiwasraya, DPR: Mudah-mudahan Cepat Selasai
KPK Bisa Turun Tangan Usut Penyelundupan Harley di Garuda Indonesia
Indra Sjafri Siapkan Skema Adu Penalti Lawan Myanmar
Tok! Kemenhub Jatuhkan Denda ke Garuda Indonesia
Pemprov Bangka Belitung Rugi Rp3,8 M Akibat Karhutla

Demo BEM SI #Kawaldariawal di Istana Merdeka, 1500 Personel Siaga

Demo BEM SI #Kawaldariawal di Istana Merdeka, 1500 Personel Siaga Aksi unjuk rasa mahasiswa (Foto: Antara/Fauzi Lamboka)

Pantau.com - Sebanyak 1.500 personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

"1.500 personel pengamanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi mengenai pengamana aksi BEM SI, Senin (21/10/2019).

Baca juga: Massa BEM SI Akhiri Unjuk Rasa dengan Damai dan Sumpah Mahasiswa Indonesia

Dalam selebaran yang diedarkan oleh pihak BEM SI, aksi unjuk rasa ini akan digelar di sekitar Istana Merdeka pada mulai pukul 13.00 WIB dengan mengusung tagar #Kawaldariawal.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M. Nasir, mengatakan pengalihan arus lalu lintas terkait aksi demo bersifat situasional. Namun untuk saat ini belum ada rencana pengalihan arus.

"Belum ada sampai saat ini," kata Nasir saat dikonfirmasi mengenai pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Kepresidenan.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mencari jalan lain agar aktivitas yang dijalankan tidak terganggu.

Baca juga: BEM SI (Kembali) Tuntut Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Nawacita Disinggung

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) merencanakan untuk mengundang Presiden Joko Widodo dalam dialog terbuka, 21 Oktober 2019 atau sehari setelah pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terpilih 2019-2024.

"BEM SI akan menggelar aksi besar-besaran usai pelantikan presiden, 20 Oktober 2019," kata Koordinator Aksi, Erfan Kurniawan di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu.

Erfan menegaskan BEM SI tetap pada substansi tuntutan yakni mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: