Forgot Password Register

Headlines

Demokrat Akui Hubungan Dingin SBY dan Mega Jadi Penghalang Koalisi

Ferdinand Hutahaean (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Ferdinand Hutahaean (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hubungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati Soekarnoputri jadi batu sandungan bergabungnya Demokrat ke koalisi poros Joko Widodo.

"Kita tau hubungan Partai Demokrat dengan Bu Mega dan Pak SBY sampai saat ini belum cair. Ini jadi dinding yang tinggi bagi kita," ujar Ferdinand di DPP Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Baca juga: Kata SBY Soal Ajakan Koalisi Gerindra

Ferdinand mengatakan, SBY sebagai mantan Presiden yang pernah memimpin Indonesia selama sepuluh tahun, enggan partainya menjadi followers atau pengikut dalam satu koalisi. Sehingga jika Demokrat berkoalisi dengan Jokowi, SBY enggan partainya berada di bawah bayang-bayang Megawati.

"Sangat berpengaruh (konflik SBY-Megawati), karena Partai Demokrat tidak bisa ditempatkan sebagai follower. kita ini partai besar, ketua umum kita presiden 10 tahun, baru satu-satunya presiden 10 tahun pascareformasi. Tidak bisa disepelekan posisi kita," kata Ferdinand.

Baca juga: SBY Berharap Pemerintah Sering Bantu Rakyat, Seperti BLT pada Zamannya

Ferdinand mencontohkan, ia tak rela jika SBY sebagai sosok yang dihormati di partai mercy itu harus berdiri berdiri di belakang Megawati dalam suatu acara. 

"Kalau nanti koalisi ini dipimpin PDIP lalu Bu Mega memimpin sebuah rapat dan SBY ditempatkan sebagai pengikut di situ, tapi ya ketua umum kami itu presiden 10 tahun, nah ini lah yang menjadi tembok sampai semua clear," ujarnya.

Meski begitu, Ferdinand juga tak menampik suami dari Ani Yudhoyono itu juga selalu menjalin komunikasi dengan Jokowi, sebagai presiden petahana.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More