Forgot Password Register

Demokrat Pesimistis Strategi Pilkada DKI Bisa Diterapkan di Pilpres 2019

Demokrat Pesimistis Strategi Pilkada DKI Bisa Diterapkan di Pilpres 2019 Bendera Demokrat (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Keinginan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menggunakan strategi Pilkada DKI 2017 di Pilpres 2019 dinilai Partai Demokrat akan sulit diterapkan. Pasalnya ada aturan ambang batas (Presidential Threshold) yang harus dipenuhi untuk mengusung calon presiden.

"Tetapi kan untuk mengimplementasikan ini tidak mudah. Bukan perkara mudah. Kita punya presidential threshold yang cukup tinggi 20 persen bahwa sampai saat ini kita masih kewalahan untuk memenuhi ini semua," ujar Ketua DPP Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean di Wisma Proklamasi di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Baca juga: PKS akan Adopsi Strategi Pilkada DKI untuk Kalahkan Jokowi

Meski begitu, Ferdinand sepakat dengan usulan yang diungkapkan oleh Presiden PKS Sohibul Iman itu, lantaran dapat membuat pilihan alternatif yang beragam kepada masyarakat untuk memilih pemimpin. 

Meng-copy paste strategi Pilkada DKI Jakarta, juga dibenarkan Ferdinand dapat jadi strategi jitu menumbangkan pemerintahan Jokowi, seperti kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017. 

"Ini pun diharapkan bisa berkembang di Pilpres 2019. Bahwa kalau tiga calon kemungkinan besar dua putaran dan di dua putaran kemungkinan pemenangnya adalah penantang karena akan ada yang menjadi common enemy (musuh bersama)," ujar Ferdinand.

Baca juga: Demokrat: Prabowo Siap Duet dengan AHY di Pilpres 2019

Sebelumnya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengungkapkan jika strategi di Pilkada DKI 2017 akan diterapkan di Pilpres 2019 nanti. Strategi ini diharapan ampuh guna melawan Joko Widodo yang memiliki elektabilitas tinggi di beberapa hasil survei.

"Iya (seperti Pilkada DKI) kita begitu. Saya kira itu formula yang bisa membuat happy semuanya," ujar Sohibul Iman di DPP PKS Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

"Maka saya usulkan tahap pertama kita lakukan dua poros, supaya muncul empat orang. Berarti empat partai terakomodasi. Misalnya saya usulkan ada poros Gerindra-PKS, ada poros Demokrat, PAN, dan PKB," ujar Sohibul.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More