Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

Densus 88 Temukan Jejak Komunikasi 2 Terduga Teroris Terpapar JAD

Densus 88 Temukan Jejak Komunikasi 2 Terduga Teroris Terpapar JAD Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan jejak komunikasi dari dua terduga teroris R alias Putra Syuhada (23) yang ditangkap di Lampung dan PK alias Salim Salyo yang ditangkap di Kalimantan Barat akhir pekan lalu.

"Meskipun mereka lone wolf atau sel tidur yang sendiri, tetapi dari pihak Densus 88 mulai menemukan jejak komunikasi dengan beberapa orang. Ini akan dikembangkan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Densus 88 serta satgas antiterorisme dan radikalisme polda dikatakannya akan berupaya memitigasi dan mengantisiapsi potensi aksi beberapa kelompok teroris.

Baca juga: Densus 88 Ringkus Seorang Terduga Teroris di Kalbar

Dari keterangan dua tersangka, para pemuda yang terpapar paham Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu akan melakukan aksi amaliyah dalam rangka melakukan aksi terorisme lanjutan.

PK alias Salim Salyo ditangkap pada Minggu (10 Maret 2019) di Kalimantan Barat sebelum diduga akan merampok bank di Jawa Timur untuk kegiatan terorisme.

Saat ditangkap, Densus 88 juga menemukan bom rakitan yang terdiri atas paku, baut, potasium dan kaleng. Dengan bom rakitan tersebut, PK diduga akan melakukan tindakan amaliah menyasar aparat kepolisian.

Baca juga: Terduga Teroris di Lampung Ditangkap Polisi

Selain PK, terduga teroris R alias Putra Syuhada (23) yang ditangkap di kediamannya Kedaton, Bandarlampung, pada Sabtu (9 Maret 2019) kini sedang dalam proses pemeriksaan oleh Densus 88.

Satgas antiterorisme yang ada di polda dan Densus 88 terus memitigasi dan mengantisipasi sel tidur teroris, khususnya dalam kontestasi pemilu agar tidak ada kekacauan yang ditimbulkan oleh para teroris.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: