Forgot Password Register

Detik-detik Wali Kota Filipina Antonio Halili Ditembak Hingga Tewas

Detik-detik Wali Kota Filipina Antonio Halili Ditembak Hingga Tewas Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersama Wali Kota Antonio Halili. (Foto: Facebook/Antonio Halili)

Pantau.com - Wali Kota Filipina Antonio Cando Halili yang pernah mengarak tersangka pengedar narkotika melalui jalanan di kotanya, ditembak mati ketika menghadiri upacara mingguan pejabat pemerintah.

Halili dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit akibat satu luka peluru di bagian dada ketika ia dan pegawai negeri menyanyikan lagu kebangsaan di Tanauan, kota di Provinsi Batangas arah barat daya ibu kota Manila.

"Kami terkejut, kami sedih," kata Wakil Wali Kota Jhoanna Villamor, yang berdiri di samping Halili, kepada stasiun radio DZBB setelah penembakan itu.

Baca juga: Sadis! Gangster Prancis Ini Kabur dari Penjara Bergaya Mafia Italia

Halili menjadi terkenal karena memperkenalkan pawai "walk of shame" dari para penjual narkoba yang diduga melalui kotanya, Tanauan.

Polisi mengatakan mereka telah membunuh lebih dari 4.200 tersangka pengedar narkoba selama baku tembak dalam perang berdarah terhadap obat-obatan yang diluncurkan oleh Presiden Rodrigo Duterte dua tahun lalu. 

Halili dilucuti dari kekuasaan pengawasnya atas polisi daerah pada Oktober 2017 karena menjamurnya obat-obatan terlarang di kotanya. Tak hanya itu ia juga dituduh kongkalikong dengan pengedar narkoba.

Dalam sebuah wawancara pada Agustus 2016 lalu, Halili mengatakan bahwa dia mendukung kampanye Duterte, namun meyakini gembong narkoba harus menjadi target utama, jika tidak ribuan orang akan terbunuh.

Baca juga: Anemia Otak Akhiri Kepemimpinan Kaisar Jepang Akihito Lebih Cepat

Dia menyatakan keprihatinan atas cara polisi melakukan perang terhadap narkoba dan keandalan pengintaian mereka, dan bahwa dia mungkin dituduh berkolusi dengan geng narkotika.

"Tidak ada yang aman. Saya punya perasaan bahwa mereka (polisi) mengejar burung kecil untuk menakut-nakuti orang," katanya.

Polisi di Provinsi Batangas menyelidiki penembakan pada Senin tersebut. Penyelidik mengatakan kepada stasiun radio bahwa senapan berkekuatan tinggi digunakan dalam serangan itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More