Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Di Beijing, Orang Bebas Meluapkan Kemarahannya di Ruang 'Smash'

Di Beijing, Orang Bebas Meluapkan Kemarahannya di Ruang 'Smash' Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pengunjung 'Smash' bernama Qiu Siyu beberapa kali mengayunkan tongkat baseball untuk menghancurkan apa yang terlihat seperti radio mobil tua, setelah dua temannya memukul telepon, pelantang, mesin penanak nasi bahkan manekin.

Baca juga: Waduh, Perempuan Ini Tiba-tiba Tidak Bisa Dengar Suara Pria!

Ketiganya membayar 158 yuan atau Rp330.000 untuk setengah jam di 'ruang kemarahan' Beijing, dimana para pengunjung mengenakan alat pelindung dan memakai palu serta pentungan untuk menyalurkan rasa frustasi pada barang-barang rumah tangga, sementara staf memainkan musik latar pilihan mereka.

Dilansir dari Reuters, Qiu yang merupakan siswa 16 tahun itu mengatkan bahwa dia berada di sana untuk menyalurkan kemarahan tentang sekolah.

"Rasanya lega setelah menghancurkan botol-botol itu," kata dia seraya tersenyum.

Sejak dibuka pada September lalu, pengunjung sudah menghancurkan sekitar 15.000 botol per bulan, kata Jin Meng (25) yang mendirikan Smash dengan teman-temannya.

Tanpa bertujuan mempromosikan kekerasan, Smash didirikan untuk membantu orang menghadapi tekanan hidup di kota besar seperti Beijing. Target pengunjung mereka adalah orang berusia antara 20-35 tahun.

Tempat serupa sudah ada di negara lain, termasuk AS. Jin mengatakan ada sekitar 600 orang berkunjung ke Smash tiap bulan.

"Seorang perempuan membawa foto pernikahannya ke sini, lalu memecahkan semuanya. Kami memperbolehkan orang untuk membawa barang mereka sendiri," ujar Jin.

Baca juga: Kurang Piknik Berpengaruh Terhadap Kesuksesan Belajar Anak

"Setiap kali kami meneukan kasus seperti ini, mereka menguatkan kepercayaan kami bahwa kami memberikan tempat aman untuk meluapkan energi negatif," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: