Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Digugat karena Foto Diedit Terlalu Cantik, Evi: Mereka Cari Keuntungan

Digugat karena Foto Diedit Terlalu Cantik, Evi: Mereka Cari Keuntungan Evi Apita (Foto: Antara/Pamela Sakina)

Pantau.com - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya mengatakan pihak yang menggugatnya ke pengadilan dengan alasan fotonya terlalu cantik hanya ingin mendapatkan keuntungan semata.

"Jadi itu bisikan-bisikan anak buah (penggugat) yang ingin mendapat kepentingan dan keuntungan pribadi," ujar Evi yang juga terpilih menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPD RI dari NTB saat ditemui di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Kisruh Foto Caleg DPD NTB Editan, KPU Nilai Penggugat Salah Alamat

Sebelumnya, calon anggota DPD NTB Farouk Muhammad menggugat hasil pemilu DPD yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam dalilnya, Farouk mempersoalkan foto pencalonan pesaing politiknya bernama Evi Apita Maya yang juga maju di Dapil NTB.

Menurut Farouk, Evi telah melakukan manipulasi dengan mengedit foto pencalonan dirinya di luar batas wajar. Sehingga, hal ini dapat disebut sebagai pelanggaran administrasi pemilu.

Atas kasus itu Evi merasa harga dirinya dirugikan, walau banyak masyarakat yang tetap mendukungnya, kata dia, tidak sedikit pula masyarakat yang berpikir bahwa Evi benar-benar 'menipu' publik dengan mengedit fotonya.

"Seolah-olah saya itu melakukan kebohongan publik secara besar-besaran, seakan seperti saya terkena sihir dari yang mohon maaf, buruk rupa, menjadi cantik," ucap Evi.

Baca juga: Foto di Surat Suara Dipersoalkan, Evi Apita: Wajar Dong, Perlu Dandan!

Evi juga merasa yakin tidak terbukti bersalah, karena menurut dia gugatan Farouk sudah melewati batas waktu, dan aneh karena masalah fotonya baru digugat saat Evi telah terpilih sebagai Caleg DPD RI NTB.

Farouk juga menggugat Evi karena atas foto yang dianggapnya manipulatif tersebut menyebabkan selisih suara yang signifikan.

"Perbedaan suara saya dengan dia (Farouk) sangat jauh, mencapai 98.000 suara, sedangkan untuk mengejar satu suara saja sangat sulit, yang dituduhkan juga saya menggelembungkan 700 suara, kan sangat tidak signifikan," tambah Evi.

Sementara, Wahyu, kuasa hukum Evi mengatakan Farouk seharusnya memprotes foto Evi sebelum ia terpilih menjadi anggota legislatif, atas hal itu, Wahyu mengatakan secara yuridis gugatan itu tidak lagi menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Yang kedua secara non-yuridis, persepsi orang terhadap cantik itu berbeda-beda, kita tidak bisa memaksa orang untuk mengikuti selera kita, nah artinya foto itu tergantung pada batas pandang dan selera," ujar Wahyu.

Perihal lain yang membuat Evi kecewa dan merasa dirugikan juga karena kata dia, Farouk menggugat perihal foto Evi, namun belum pernah bertemu langsung dengan dirinya.

"Belum pernah (bertemu secara langsung), karena kalau dia sudah pernah bertemu tidak mungkin dia menggugat," ujar Evi.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional