Forgot Password Register

Dinilai Berisiko Tinggi, Perlindungan Konsumen Fintech Jadi Prioritas

Dinilai Berisiko Tinggi, Perlindungan Konsumen Fintech Jadi Prioritas Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Perkembangan teknologi yang demikian pesat mendorong munculnya industri baru. Salah satunya digitalisasi jasa keuangan atau Financial Technology. Kemunculan teknologi jasa keuangan semakin diperhatikan terutama terkait perlindungan konsumen.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan, Hendrikus Passagi mengatakan pengamanan transaksi online berhitung masif sehingga potensi risiko dinilai sangat besar.

"Kami di OJK setiap hari memikirkan cara-cara bagaimana mengamankan transaksi online. transaksi online ini dapat berlangsung begitu cepat dan masif, sehingga potensi risikonya sangat besar," ujarnya saat ditemui dalam acara Indonesia Fintech Fair 2018 Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: Ngutang Mudah, OJK Proyeksikan Transaksi 'Pinjam Uang' Online Capai Rp20 triliun

Ia menambahkan, OJK terus mendorong peningkatan transparansi dan pengungkapan manfaat, risiko serta biaya atas produk dan atau Iayanan Pelaku Usaha Kasa Keuangan (PUJK), selain tanggung jawab PUJK untuk melakukan penilaian kesesuaian produk dan atau layanan dengan risiko yang dihadapi oleh konsumen keuangan.

"OJK juga mendorong prosedur yang lebih sederhana dan kemudahan konsumen keuangan untuk menyampaikan pengaduan dan penyelesaian sengketa atas produk dan atau Iayanan PUJK," imbuhnya.

Disamping itu, Kepala Departemen Literasi dan lnklusi Keuangan, Sondang Martha Samosir, menambahkan masyarakat juga perlu memahami produk fintech dan layanan yang digunakan diawasi oleh regulator untuk menghindari risiko kejahatan.

"Masyarakat perlu tahu produk dan layanan yang legal dan diawasi oleh regulator sehingga mereka bisa terhindar dari penipuan atau kejahatan keuangan," paparnya.

Baca juga: Literasi Fintech di Indonesia Masih Rendah di Tengah Potensi Besar

Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech (Aftech) lndonesia, Adrian Gunadi mengaku pihaknya sangat mendukung usaha pemerintah dalam melakukan edukasi Perlindungan Konsumen yang meliputi semua perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Pihaknya menambahkan, saat ini Aftech sudah memfinalisasi kode etik sebagai standar etika yang jelas dan harus dipatuhi seluruh anggota asosiasi fintech.

"Perlindungan Konsumen adalah hal yang utama, khususnya dalam industri keuangan. Sebelum masyarakat menggunakan fintech, kami ingin masyarakat tahu dan paham benar bahwa fintech mementingkan keamanan konsumen. Kami harap dengan mengetahui bahwa konsumen aman, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan menciptakan keinginan masyarakat untuk menggunakan jasa fintech sebagai solusi kebutuhan keuangan," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More