Pantau Flash
Pengamat: Omnibus Law Jadi Upaya Membangun Ekosistem Mendukung Investasi
Kawanan Monyet Serang Rumah dan Lawan Warga di Kuningan Jabar
Yasonna Laoly Minta Maaf Terkait Pidatonya Tentang Warga Tanjung Priok
Mendagri Tito Sebut Status DKI Jakarta Harus Diubah
KPU Sebut Anggaran Pilkada Serentak 2020 Sebesar Rp9,9 Triliun

Dinilai Terlalu Banyak Adegan Porno, Film 'Hustlers' Dilarang di Malaysia

Dinilai Terlalu Banyak Adegan Porno, Film 'Hustlers' Dilarang di Malaysia Film Hustlers (Foto: YouTube)

Pantau.com - Malaysia melarang penayangan 'Hustlers', film yang dibintangi aktris dan penyanyi terkenal Jennifer Lopez, yang mengisahkan sekelompok penari telanjang yang menipu klien mereka dengan melakukan pembiusan.

Baca juga: Ulang Tahun ke-50, Jennifer Lopez akan Rayakan dengan Mengukir Sejarah?

Pemerintah Malaysia dituduh oleh para kritikus seni sebagai negara yang terlalu protektif dan selalu bersinggungan dengan pilihan individu (nanny state) karena sikap yang konservatif terhadap film-film yang bisa ditayangkan di Negeri Jiran itu.

Pada Agustus 2019, Dewan Sensor Film (LPF) Malaysia menghapuskan adegan seks sejenis pada film 'Rocketman', sebuah film yang berdasarkan kisah penyanyi Inggris, Elton John.

Larangan tayang terhadap 'Hustlers' diumumkan melalui media sosial Kamis malam waktu setempat oleh distributor lokal film Square Box Pictures, seperti dilaporkan Reuters.

Tidak ada alasan pelarangan penayangan yang djelaskan oleh distributor. Namun LPS mengatakan 'Hustlers' dikemas dengan begitu banyak konten pornografi sehingga tidak akan ada cuplikan film yang tersisa, setelah LPF menyensor adegan film yang diperlukan, menurut laporan oleh Kantor Berita AFP.

Baca juga: Wow! Harga Cincin Tunangan J.lo Capai Rp14,3 Miliar

'Hustlers' terinspirasi oleh kisah nyata Samantha Barbash dan tiga kawan Barbash yang mencuri setidaknya 200 ribu dolar AS dari pria yang telah mereka bius. Film ini telah menghasilkan 30 juta dolar AS dari pemutaran film di bioskop-bioskkop Amerika Utara pada peluncurannya akhir pekan lalu.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: