Forgot Password Register

Dipimpin Anies-Sandi LKPD Pemprov DKI Dapat WTP, Sebelumnya?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah) dan Ketua Inasgoc, Erick Thohir (kanan) (Foto:Pantau.com/Ammad) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah) dan Ketua Inasgoc, Erick Thohir (kanan) (Foto:Pantau.com/Ammad)

Pantau.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memeriksa laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2017. Dengan hasil, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap LKPD Pemprov DKI 2017.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pencapaian tersebut merupakan berkah Ramadan.

"Ini rasanya berkah Ramadan. Ramadan tahun ini terasa membawa berkah bagi Pemerintah DKI Jakarta karena terakhir kita mendapatkan opini WTP itu atas laporan tahun 2012," ujar Anies Baswedan,  di Gedung DPRD DKI, Jakarta, (28/5/2018).

Baca juga: Tergencet Dolar, Pemerintah Pastikan Kondisi Perekonomian Kuat

Dari pemeriksaannya BPK tidak menemukan adanya penyimpangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan Pemprov DKI 2017. Namun, ada beberapa aspek yang harus diperbaiki pengelolaannya oleh Pemprov DKI salah satunya mengenai aset.

"Ada yang perlunya perhatian terhadap penatausahaan aset tetap secara sistematis dan berkelanjutan mengingat besarnya nilai, jumlah serta kompleksitas jenis aset tetap Pemprov DKI Jakarta," terang Isma Yatum, Anggota V BPK.

Meski begitu, untuk beberapa hal seperti dengan sistem pelaporan pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tetap menjadi catatan BPK. Namun, tidak mempengaruhi opini BPK terhadap LKPD Pemprov DKI 2017.

Baca juga: Hore! Pemerintah Juga Beri THR Pegawai Non PNS

BPK merekomendasikan Pemprov DKI untuk segera menindaklanjuti temuan-temuan dalam pemeriksaan LKPD Pemprov DKI 2017. Pemprov DKI diberikan waktu 60 hari untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Perlu diketahui, selama empat tahun berturut-turun, Pemprov DKI Jakarta selalu mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) mulai dari pemerintahan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama hingga, Basuki Tjahaj Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More