Pantau Flash
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN
Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera
Ada Transaksi Bisnis 22,63 Triliun dalam Ajang ISEF 2019
Setelah Ahok, Kini Giliran Mantan Komisioner KPK Temui Erick Thohir
Indra Sjafri Coret Empat Pemain Timnas U-22

Disorot ICW, Johan Budi Kini Ngaku Tak Lagi Jadi Staf Khusus Presiden

Disorot ICW, Johan Budi Kini Ngaku Tak Lagi Jadi Staf Khusus Presiden Juru Bicara Istana Kepresidenan Johan Budi (Foto: Antara)

Pantau.com - Staf khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo.

"Dengan ditetapkannya saya sebagai anggota DPR periode 2019-2024 maka berakhir pula tugas saya sebagai Staf Khusus Presiden," kata Johan melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Baca Juga: Jokowi Tak Setuju 4 Poin Usulan DPR dalam Revisi UU KPK

Untuk diketahui Johan menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo sejak 12 Januari 2016. Sebelum menjadi staf khusus, Johan menjabat sebagai Plt Wakil Ketua KPK pada 20 Februari 2015 hingga 20 Desember 2015.

"Mohon maaf jika selama saya bertugas sebagai staf khusus Presiden ada salah kata dan tindakan. Sekaligus ucapan terima kasih atas kerja samanya selama ini," ungkapnya.

Johan sudah terpilih sebagai anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan daerah pemilihan Jawa Timur VII. Ia mengaku sudah menjalani pembekalan di Lemhanas dua pekan lalu.

"Begitu menjadi anggota DPR otomatis tidak lagi berada di Istana, tapi saya masih akan ke Istana pekan depan untuk mengembalikan barang-barang inventaris termasuk PIN, ID Card dan bertemu dengan Seskab," kata Johan.

Johan pun sudah bertemu dengan Presiden Jokowi pada Rabu kemarin.

"Pesan saya bekerjalah dengan baik dan jangan lupa jaga kesehatan," tuturnya.

Nama Johan sebelumnya disinggung oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) karena dianggap diam ketika Presiden Jokowi menyetujui revisi UU KPK.

Melalui akun Instagram resmi ICW, foto Johan Budi disebarluaskan dengan kalimat "hilang sejak masuk ke perut banteng" yang merujuk partai tempat Johan saat ini, PDIP.

ICW mengunggah 8 foto para tokoh antikorupsi dan HAM. Di masing-masing foto, organisasi ini menyertakan tulisan yang cukup menohok.

Baca Juga: Waketum Gerindra: Mari Kita Kepung DPR-Istana Tolak Revisi UU KPK

Delapan tokoh itu adalah Teten Masduki, Koordinator Staff Khusus Presiden; Ifdhal Kasim, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden; Fadjroel Rachman, Komisaris Utama perusahaan BUMN PT Adhi Karya; dan Alexander Lay, Anggota Dewan Komisaris Pertamina.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional