Forgot Password Register

Headlines

Dituding Sandera PM Lebanon oleh Prancis, Ini Tanggapan Arab Saudi

Bendera Arab Saudi dan Amerika Serikat. (Foto: Flickr) Bendera Arab Saudi dan Amerika Serikat. (Foto: Flickr)

Pantau.com - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi membantah pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah menawan Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri pada November.

"Semua bukti menegaskan bahwa apa yang menarik Libanon dan wilayah menuju ketidakstabilan adalah Iran dan alat-alatnya seperti milisi teroris Hizbullah ..." kata pernyataan itu melansir Reuters, Rabu (30/5/2018).

Bahkan ia mengatakan akan terus mendukung stabilitas dan keamanan Libanon.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi BFM TV pada pekan lalu, Macron menyatakan usahanya menghentikan perang di Libanon, Hariri mundur ketika berada di Arab Saudi. Ia pun melontarkan kritikan terhadap saingan kawasan arab Saudi, Iran, dan sekutu Lebanon-nya, Hizbullah.

Baca juga: Presiden Prancis: Arab Saudi Sempat Menahan PM Lebanon Beberapa Minggu

Sumber dekat dengan Hariri mengatakan, Arab Saudi menyimpulkan bahwa perdana menteri itu, sekutu lama Saudi, harus pergi karena dia tidak mau menghadapi Hizbullah.

Setelah campur tangan internasional, termasuk Macron, Hariri dapat meninggalkan kerajaan itu dan akhirnya membatalkan undur dirinya. Pejabat Lebanon menuduh Saudi pada saat itu menyandera Hariri. Riyadh, seperti halnya Hariri, membantah bahwa dia pernah melawan kehendaknya.

Saat ini diketahui, Prancis tengah membina hubungan baru dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya dalam beberapa tahun terakhir atas sikap kerasnya yang satu suara menentang kebijakan program nuklir milik Iran.

Namun, upaya tanpa kompromi dari Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman untuk melawan pengaruh Iran yang semakin besar di Timur Tengah kadang-kadang dianggap sebagai aksi nekat di Paris.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More