Forgot Password Register

Headlines

DME Siap Gantikan LPG, Kompor di Rumahmu akan Berubah

DME Siap Gantikan LPG, Kompor di Rumahmu akan Berubah Petugas menata stok gas 3 Kg (Foto: Antara)

Pantau.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals, Inc, menandatangani Pokok-Pokok Perjanjian Pembentukan Perusahaan Patungan Hilirisasi Mulut Tambang Batubara PTBA Peranap Riau.  

Penandatangan ini dilakukan oleh Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Chairman, President & CEO Air Products and Chemicals Inc. Seifi Ghasemi, dengan disaksikan Menteri BUMN Republik lndonesia Rini Soemarno. Sementara itu, optimasi desain teknologi pengolahan akan dilakukan oleh Air Products and Chemicals Inc. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mengharapkan agar realisasi berdirinya hilirisasi batubara ini segera terwujud, sebab kata dia, Indonesia harus tetap mengembangkan industri hilirisasi batubara bukan hanya dalam rangka mengurangi impor tapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor.

Baca juga: Kinclongnya Blok Rokan, Lapangan Migas Terbesar RI yang Super 'Legend'

"Hilirisasi juga penting dalam upaya mengurangi polusi dari batubara dengan memproduksi clean energy berupa Syngas yang akan jadi hulu dari berbagai produk seperti DME bahkan sampai solar dan avtur," ujarnya dalam acara di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2018).

"Ini memang teknologi dmn batubara kita batubara yang sebetulnya kalori rendah, jadi memang tidak bisa di transport. Tapi setelah kita pelajari dari beberapa waktu lalu ada teknologi dan batu bara ini bisa diproses menjadi syngas, kemudian bisa menjadi DME," katanya.  

Melalui teknologi gasifikasi, batubara akan diubah menjadi syngas yang kemudian akan diproses kembali menjadi produk akhir (jadi). Ia optimistis langkah ini dapat membantu menekan impor pasalnya saat ini LPG yang dijual di Indonesia 70 persen merupakan import. 

"Memang ada sedikit perombakan di kompor, tapi sangat-sangat minim, nanti coba liat, itu cuma tutupnya lebih kecil dibandingkan kalau LPG, nah ini nanti bisa 100 persen pakai dme berarti kedepannya kita gak perlu import karena skrng itu 70 persen LPG yang dijual di Indonesia itu kita masih import," katanya. 

"Nah kalau kita bisa pakai teknologi ini semuanya nanti kita bisa pakai dengan dasar batu bara untuk kompor-kompor kita pakai DME pengganti LPG. Ya sama kaya nanti sistemnya kaya LPG di dalam tabung, dme kaya di dalam tabung aja," imbuhnya.

Baca juga: Data ESDM: Penemuan Cadangan Minyak 2018 Capai 542 Juta Barel

Penandatanganan ini juga merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman kerjasama hilirisasi batubara menjadi dimethylether (DME) yang dilakukan oleh ketiga perusahaan ini pada 7 November 2018 lalu di Allentown, Amerika Serikat. Sementara 

"Target ground breaking saya pushnya permulaan Maret. Mereka mengatakan antara  12-18 bulan (prosesnya)," katanya. 

Melalui perjanjian ini, PTBA, Pertamina dan Air Products bersepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang bisnis pengolahan batubara dan produk turunan batubara.

Sebelum pembentukan perusahaan, PTBA, Pertamina dan Air Products akan melakukan studi kelayakan bisnis dan komersial terlebih dahulu. 

Rencananya, pabrik hilirisasi batubara ini akan dibangun di Peranap, Riau. Nantinya, PTBA akan menyuplai batubara dan area tambang Peranap ke perusahaan patungan untuk diolah menjadi produk akhir yang akan dibeli oleh Pertamina. 

Baca juga: ESDM: Kebijakan B20 Hemat Impor Solar Hingga USD 937,84 Juta

"Jadi nanti pabriknya yang pertama kita ada di peranap di Riau persis deket mulut tambang, karena memamg gak bisa diangkut, nah kita harapkan keduanya kalau permulaan Maret ini bisa untuk mulai produksi kita akan mulai buat lagi di Tanjung Enim, dari Tanjung Enim itu juga batu bara kalori rendah jadi kita ingin dorong secepatnya shg kita betul-betul bisa menekan impor," katanya. 

Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin mengungkapkan adanya hilirisasi batubara ini dapat menghasilkan DME untuk pengganti bahan baku LPG yang sebagian besar masih diimport, sehingga dengan adanya hilirisasi batubara ini secara langsung dapat menghemat devisa negara. 

"Hilirisasi yang dilakukan PTBA ini diperkuat dengan total sumber daya batubara sebesar 8,3 miliar ton dan total cadangan batubara sebesar 3,3 miliar ton," katanya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More