Forgot Password Register

DPR Minta PLN Lakukan Efisiensi Operasional Antisipasi Pelemahan Rupiah

Meteran PLN. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Meteran PLN. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta PT Perusahaan Listrik Negara Persero mengantisipasi peningkatan beban biaya operasional dari kebutuhan impor dan kerugian kurs karena nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Jika ada peningkatan beban atau biaya, Bambang meminta PLN tetap mematuhi instruksi pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019.

"Komisi VII DPR perlu mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN untuk terus melakukan efisiensi di tengah pelemahan rupiah saat ini, mengingat pemerintah berjanji bahwa tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan hingga 2019," Bambang Soesatyo.

Baca juga: Waspada! Melemah Satu Poin, Rupiah Kini di Angka 13.923

Sebelumnya Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengakui pelemahan rupiah yang terjadi, akan berdampak pada kinerja perseroan. Hal itu karena PLN merupakan korporasi yang banyak melakukan transaksi valas dan memiliki kewajiban valas karena aktif mengimpor bahan baku dan barang modal energi.

Transaksi PLN yang menggunakan mata uang non-rupiah antara lain pembelian batu bara, kontrak dengan pengembang swasta (Independent Power Producer/IPP), sampai pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai sumber energi pembangkit.

DPR juga meminta dan Bank Indonesia untuk segera melakukan stabilisasi kurs rupiah. Pelemahan rupiah atau penguatan Dolar AS harus diantisipasi agar tidak semakin menaikkan harga barang produksi terutama barang impor. Terlebih, permintaan masyarakat akan meningkat karena menjelang Ramadhan.

Baca juga: DPR Petakan 4 Dampak Pelemahan Rupiah Diberbagai Sektor

"Komisi XI DPR harus mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia untuk berkomitmen dalam menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar pergerakan kurs dapat kembali normal serta lebih cermat mengawasi berbagai aspek yang mempengaruhi," ujarnya.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank, Kamis (26/4/2018), kembali bergerak melemah menjadi Rp13.923. Sebelumnya rupiah berada di posisi sebelumnya Rp13.922 per dolar AS.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More