Forgot Password Register

Dua Faktor Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Menurut Mendag

Menteri Perdagangan Eggartiasto Lukita. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana) Menteri Perdagangan Eggartiasto Lukita. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

Pantau.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, ekspor dan investasi menjadi kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk kinerja ekspor nonmigas pada tahun 2018 ditargetkan naik sebesar 11 persen.

Ia menjelaskan, penetapan target pertumbuhan ekspor nonmigas tersebut dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja ekspor Indonesia di tahun 2017 yang mencapai 168,7 miliar dolar AS, atau tumbuh 16,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekspor dan investasi. APBN merupakan stimulasi," kata Enggatiasto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Baca juga: BI dan Pemerintah Tetapkan Empat Kebijakan untuk Genjot Ekspor di Batam

Selain itu, pada 2017 Indonesia juga berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar USD11,8 miliar. "Namun demikian, pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor barang bernilai tambah tinggi," kata Enggartiasto.

Pernyataan tersebut disampaikan Enggartiasto pada Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah daerah, dan Bank Indonesia di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan Bank Indonesia dengan mengusung tema `Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri".

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Baca juga: Kerjasama Ekonomi RI - Polandia Disisipi Dialog Antarkepercayaan

Selain itu juga Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinasyah Tuwo, serta para wali kota dan bupati di Provinsi Kepulauan Riau.

Saat ini pemerintah gencar untuk berupaya membuka pasar ekspor nontradisional sesuai amanat Presiden Joko Widodo. Salah satu pasar ekspor nontradisional yang dinilai cukup potensial adalah negara-negara di kawasan Afrika dan Amerika Latin.

Untuk wilayah Afrika, pemerintah Indonesia telah sepakat untuk segera memulai perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan tiga negara di benua Afrika, yaitu Mozambik, Tunisia, dan Maroko.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More