Pantau Flash
Dishub Jaktim Berlakukan OTT Mobil dan Motor yang Masuk Jalur Sepeda
10 Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Hebat di Australia
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Meksiko
Harga Minyak Tersungkur di Tengah Kekhawatiran Global Semakin Meningkat
Ade Armando Akan Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Meme Anies Joker

Dua Mantan Karyawan Twitter Didakwa Jadi Mata-mata Arab Saudi

Dua Mantan Karyawan Twitter Didakwa Jadi Mata-mata Arab Saudi Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Dua mantan karyawan Twitter telah didakwa di San Fransisco, Amerika Serikat sebagai mata-mata untuk Arab Saudi.

Dokumen pengadilan menyebut keduanya yakni Ahmad Abouammo, warga negara AS, dan Ali Alzabarah, dari Arab Saudi.

Sementara orang ketiga, warga negara Saudi, Ahmed Almutairi, juga dituduh sebagai mata-mata. Tuduhan menuduh Almutairi bertindak sebagai perantara antara dua karyawan Twitter dan pejabat Saudi.

Baca juga: Twitter Segera Berlakukan Larangan Iklan Politik

Sedangkan Ahmad Abouammo muncul di pengadilan Seattle pada Rabu (6/11) waktu setempat, dan diserahkan ke tahanan sambil menunggu sidang berikutnya pada Jumat 8 November 2019.

Dia juga didakwa memalsukan dokumen dan membuat pernyataan palsu kepada FBI. Abouammo dikatakan telah meninggalkan pekerjaannya sebagai manajer kemitraan media untuk Twitter pada tahun 2015.

Sedangkan Ali Alzabarah dan Ahmed Almutairi keduanya diyakini berada di Arab Saudi.

Alzabarah, mantan insinyur Twitter, dituduh mengakses data pribadi lebih dari 6.000 pengguna Twitter pada 2015 setelah direkrut oleh agen Saudi.

Dia dikonfrontasi oleh pengawasnya dan diberikan cuti administratif sebelum melarikan diri ke Arab Saudi dengan istri dan putrinya, kata para penyelidik.

Baca juga: Kemkominfo Godok Aturan, Facebook dan Twitter Terancam Denda Rp500 Juta

Dalam sebuah pernyataan, Twitter mengatakan bahwa pihaknya mengakui "sejauh mana aktor-aktor jahat akan berusaha" untuk mencoba merusak layanannya.

"Kami memahami risiko luar biasa yang dihadapi oleh banyak orang yang menggunakan Twitter untuk berbagi perspektif mereka dengan dunia dan meminta pertanggungjawaban mereka. Kami memiliki alat untuk melindungi privasi mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan," ucap perwakilan Twitter, seperti dilansir dari BBC. 

Diketahui, Arab Saudi merupakan sekutu penting bagi Amerika Serikat di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump telah mempertahankan hubungan dekat dengan kerajaan itu meskipun ada kecaman internasional menyusul pembunuhan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi tahun lalu.

Khashoggi terbunuh dalam kunjungan ke konsulat Saudi di Istanbul.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Internasional

Berita Terkait: