Forgot Password Register

Duh! Aplikasi Go-Jek Paling Banyak Ditemukan Order Fiktif

Ojek online (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Ojek online (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Institute tor Development of Economics and finance (INDEF) memukan maraknya order fiktif di industri ride-hailing atau transportasi berbasis aplikasi di indonesia. 

Dalam survei yang melibatkan 516 mitra pengemudi dua perusahaan ride-hailing terbesar, Go-Jek dan Grab mencatat mitra pengemudi percaya bahwa order fiktif lebih banyak terjadi pada platform Go-Jek

"Hasil survei menunjukkan bahwa 42 persen mitra pengemudi percaya bahwa Go-Jek adalah platform dimana order fiktif paling banyak terjadi. Sementara 28 persen mitra pengemudi mengatakan bahwa di Grab lah order fiktif lebih banyak terjadi," ujar Direktur Program lNDEF, Berty Martawardaya, saat jumpa pers di kantornya di Jl. Batu Merah, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).

Baca juga: Wadaw! Survey Menyebutkan Orang China Lebih Suka Barang Impor?

Sebagai rekomendasi, Berly mengatakan bahwa sangat krusial bagi mitra pengemudi dan perusahaan ride-hailing untuk bekerja sama dalam melawan tindakan curang ini.

"Perusahaan harus mengembangkan teknologi yang dapat mendeteksi tindakan curang secara real-time. Perusahaan juga harus menjatuhkan hukuman seberat-beratnya untuk mitra pengemudi yang ketahuan melakukan tindakan curang," tutupnya

Berly melanjutkan, ketika dijabarkan berdasarkan perusahaan aplikasi, mitra pengemudi Go-Jek menunjukkan tingkat kepercayaan lebih rendah kepada platform tempat mereka bernaung. 

"Karena hampir setengah dan mitra pengemudi Go-Jek (46%) mengatakan bahwa perusahaan tidak mengetahui atau mengetahui tapi membiarkan praktek tindakan curang," paparnya.

Baca juga: Berapa Sih Pasang Iklan di Facebook?

"Sementara angka ketidakpercayaan untuk Grab juga cukup tinggi yaitu 30% dari mitra pengemudi menyatakan hal serupa dengan mitra pengemudi Go-Jek tentang platform Grab," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menilai, tanggung jawab seharusnya diemban oleh penyedia aplikasi Ride-Hailing untuk memberlakukan sistem keamanan yang lebih ketat untuk melawan tindakan curang.

"Para mitra pengemudi juga sependapat. Empat dari 10 mitra pengemudi atau sebesar 39 persen percaya bahwa perusahaan aplikasi tidak mendeteksi fenomena order fiktif curang di lapangan," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More