Forgot Password Register

Headlines

Duh! Dari 100-an Hanya 20 BUMN yang Untung Besar

Duh! Dari 100-an Hanya 20 BUMN yang Untung Besar Diskusi "Prospek BUMN di Tahun Politik 2019" (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) mengungkapkan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih berada dalam kondisi pareto atau dalam hal ini hanya 20 perusahaan BUMN yang dianggap menghasilkan 80-90 persen total profit BUMN.

Managing Director LM FEB UI Toto Pranoto mengatakan, kondisi pareto ini terjadi karena adanya gap kinerja BUMN antara perusahaan yang besar dan profit bagus dengan perusahaan BUMN dengan kelas menengah dan kecil.

"Model BUMN yang bagus sekali dengan kelas kecil dan menengah itu terjadi deviasi yang cukup besar, sehingga yang kecil seharusnya bisa diendorse," ujarnya saat memaparkan penelitianya dalam diskusi "Prospek BUMN di Tahun Politik 2019," di Hotel Borobudur, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Sering Dianggap Bangkrut, Segini Ternyata Uang BUMN Indonesia

Pihaknya mengungkap bahwa total pendapatan 20 perusahaan diprediksi mencapai Rp796 triliun dari total pendapatan mencapai Rp 2.339 triliun. Sedangkan total laba 20 BUMN diprediksi mencapai Rp150 triliun dari total laba BUMN mencapai Rp188 triliun atau mencapai 34 persen dari total laba.

Selaras dengan itu, hasil kajian LM FEB UI menyebutkan 4 kuadran posisi BUMN Indonesia yang dapat diidentiflkasi saat ini, yaitu relatif kecil atau spin-off (profitable kecil dan nilai sosial kecil); BUMN dengan tugas khusus (profitable kecil dan nilai sosial besar), paripurna dalam menghasilkan keuntungan dan dampak sosial (profitable besar dan nilai sosial besar), dan BUMN yang teridentiflkasi mampu menghasilkan laba besar tetapi dampak sosial relatif kecil (profitable besar dan nilai sosial kecil).

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh sebagian besar perusahaan BUMN yang belum berkontribusi tinggi dalam profit, menurutnya perusahaan tersebut disarankan segera go public atau mengelar initial public offering.

Setidaknya kaya dia, langkah ini dapat menjadi strategi bagi BUMN yang kinerjanya masih kurang untuk membantu memperbaiki kinerja.

"Tentu tuntutan kinerja terhada mereka bisa lebih baik dan lebih meningkat, karena ada tuntutan dari investor untuk bisa memperbaiki kinerja dan transparansi," katanya. 

Baca juga: Heboh AMDK Vivari Tak Berizin! Catat, Kamu Punya Perlindungan UU

Tak hanya itu, opsi go public juga dinilai bisa membantu memperbaiki kinerja perusahaan, terutama untuk menjaga ekspektasi investor lewat kinerja saham.

Upaya ini juga telah tercermin dari keberhasilan BUMN holding milik Singapura, atau Temasek. kinerja BUMN Singapura sepanjang tahun lalu relatif stabil dan bisnisnya terus meningkat.

"Kunci keberhasilan yang terlihat dari Temasek antara lain dipengaruhi portofolio yang rangat terdiversiflkasi di seluruh dunia; adanya otonomi penuh pada model management investment holding; dan sudah memiliki talent management yang baik," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More