Forgot Password Register

Duh! Harga Laptop Mulai Naik Gara-gara Dolar

Duh! Harga Laptop Mulai Naik Gara-gara Dolar Komputer jinjing atau laptop (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih lesu. Dikutip dari Bloomberg exchange rate, nilai tukar rupiah terhadap dollar masih tertahan di kisaran Rp 14.330. Cukup jauh dari proyeksi APBN sebesar Rp 13.400 per dollar AS.

Sepertinya hal ini tidak menjadi kabar gembira bagi calon pelajar yang ingin membeli  komputer jinjing atau laptop. Pasalnya, depresiasi rupiah ternyata mulai dirasakan oleh beberapa penjual laptop. Salah satu penjual laptop di Harco Mangga Dua, mengakui adanya kenaikkan harga pada stok laptop baru.

"Naik paling Rp100.000-Rp200.000 (imbas) dari turunnya rupiah, barang-barang yang keluaran baru stok baru yang Lenovo Yoga 910, kemudian Asus seidkit Rp50.000-Rp100.000 stok-stok baru beberapa tipe saja," ujar Yudi, salah satu karyawan kliknklik.com saat ditemui Pantau.com di Harco Mangga Dua, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Baca juga: Ini Daftar Kesesuaian Harga Pertamax CS di Seluruh Indonesia

Beberapa toko lainnya, mengaku belum ada kenaikkan. Kendati demikian pihaknya mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan akan ada kenaikkan harga.

"Kalau harga sih rumornya bulan-bulan kedepan mau naik, tapi ini kan stok lama, untuk stok baru orang kantor bilang bakal ada kenaikkan (sekira) sebulan atau dua bulanan kedepan," ungkap Feri, asisten di toko infonet.

Pedagang lainnya juga mengaku belum ada kenaikkan yang dirasakan imbas dari depresiasi rupiah.

"Belum ada perubahan, kan sekarang pembelian perquartal jadi importir masukin barang juga perkuartal," ujar Hendra.

Baca juga: Ada Kebijakan Baru, Ini Untung Ruginya Beli Rumah Tanpa DP

Pihaknya juga mengaku mendapatkan pemberitahuan akan adanya kenaikkan harga sejak kuartal satu lalu. Namun ia menilai hingga saat ini harga barang masih stabil.

"Mungkin nanti kuartal depan kita lihat, Laptop sih standar saja enggak naik enggak turun harganya jual laptop," katanya.

"Kemarin ada pemberitahuan mau naik, cuma tidak naik-naik mungkin karena rupiah juga masih naik turun jadi ada pengaturan pembeliannya menunggu momentum saat turun," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More