Forgot Password Register

Duh, Ilmuwan Bikin 'Mesin Bunuh Diri' yang Kontroversial

Duh, Ilmuwan Bikin 'Mesin Bunuh Diri' yang Kontroversial Sarco, mesin bunuh diri (Foto: Newsweek)

Pantau.com - Teknologi makin maju. Ya, fungsi utama dari teknologi adalah untuk mempermudah kegiatan yang dilakukan manusia.

Lalu, bagaimana ketika teknologi dipakai untuk membantu manusia untuk 'tidur selama-lamanya' alias meninggal dunia?

Ya, baru-baru ini seorang ilmuwan bernama Philip Nitschke asal Austria memamerkan temuannya yang disebut sebagai 'mesin bunuh diri' bernama Sarco. Sangat kontroversial.

Baca juga: iPhone X Punya Versi Warna Emas, Kok Tidak Dirilis?

Sarco berdesain pod atau tabung berukuran manusia yang menjadi tempat untuk menemui ajalnya.

Cara kerja Sarco sangat sederhana. Di dalam tabung ada sebuah tombol. Jika tombol ditekan maka akan mengeluarkan gas nitrogen akan bisa mengakhiri hidup manusia.

"Orang yang ingin mengakhiri hidup tinggal menekan tombol dan tabung akan terisi dengan gas nitrogen. Dia akan merasa sedikit pusing, kemudian akan kehilangan kesadaran dan mati," kata Nitschke dilansir CNET, Selasa (17/4/2018).

Baca juga: 9 Tips yang Harus Kamu Tahu Sebelum Beli Ponsel Baru

Nitschke tahu ciptaannya menimbulkan kontroversi. Ia berdalih memilih untuk meninggal dunia adalah hak asasi manusia.

"Saya percaya (memilih kapan harus mati) adalah hak asasi manusia. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskan," ujar Nitschke.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More