Forgot Password Register

Duh! Mikroplastik Ternyata Terdapat Pada Garam Laut

Duh! Mikroplastik Ternyata Terdapat Pada Garam Laut Ilustrasi garam laut (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pemberitaan soal mikroplastik yang terdapat dalam botol minuman kemasan sempat membuat heboh. Mikropalstik dinilai berbahaya bagi tubuh karena dapat diserap dan masuk ke aliran darah. Akibatnya, akumulasi dari mikroplastik dalam tubuh dapat mengganggu kinerja organ tubuh, seperti ginjal dan hati. 

Tidak hanya itu dampak terberat dari kontaminasi mikroplastik adalah gangguan pertumbuhan dan reproduksi manusia yang dapat berujung pada radikal bebas yang merupakan pemicu kanker.

Namun sebuah studi kembali menemukan mikroplastik pada makanan lainnya yakni garam. Partikel plastik dalam garam ditemukan di beberapa negara, seperti Inggris, Prancis, Spanyol, Cina, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Malam Ini Operator Akan Blokir Total Kartu SIM yang Tak Teregistrasi

Menurut Sherri Mason dari the State University of New York, studinya menemukan bahwa warga Amerika Serikat mengonsumsi lebih dari 660 plastik per tahun hanya dari garam yang dimakan. Para peneliti menyatakan, kontaminasi tersebut berasal dari microfiber dan plastik sekali pakai seperti botol air yang dibuang sembarangan ke laut lepas.

Dilansir dari The Guardian, Senin (30/4/2018), sebanyak 12,7 juta ton plastik bertambah di lautan setiap tahunnya, sama seperti membuang satu truk sampah setiap menit menurut organisasi United Nations. Studi yang dibuat tahun 2017 itu menyatakan, partikel plastik tersebar tidak hanya dalam garam tetapi juga makanan laut, udara, air, dan lain-lain.

Baca juga: Ini 'Hadiah' Kahiyang Ayu untuk Calon Bayinya

Menurut beberapa peneliti garam laut bisa lebih rentan terhadap kontaminasi plastik karena proses pembuatannya, yaitu proses dehidrasi air laut. 

“Bukan hanya garam laut dari Cina yang berbahaya atau Amerika, tetapi semua garam laut yang ada di dunia karena semua berasal dari sumber yang sama. Karena itu, permasalahannya akan tetap konsisten,” ujar Mason.

Sebuah stidi yang dilakukan pada tahun 2013, 90 persen populasi orang dewasa di Amerika Serikat terdeteksi memiliki bisphenol A (BPA), yaitu zat kimia sintetis yang biasa digunakan pada botol. Karena itu, pastikan Anda menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke laut serta mengurangi penggunaan plastik. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More