Forgot Password Register

Duh, Pejuang Palestina di Gaza Bakal Dijadikan Kelinci Percobaan Senjata Israel

Ilustrasi bentrokan di Jalur Gaza. (Foto: Reuters) Ilustrasi bentrokan di Jalur Gaza. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Para aktivis hak asasi manusia mengklaim bahwa militer Israel dan perusahaan pertahanan mengeksploitasi protes Gaza sebagai kelinci percobaan senjata baru.

"Industri militer Israel mengeksploitasi pendudukan Palestina, dan khususnya pengepungan di Gaza, sebagai arena uji-pertempuran, berinvestasi, dan inovasi teknologi militer untuk kemudian dipasarkan ke komunitas internasional berdasarkan keefektifan mereka pada warga sipil Palestina," kata laporan terbaru yang ditulis oleh kelompok hak asasi manusia 'Hamushim'yang dilansir dari Russia Today, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Jepang Hukum Mati Sakho Asahara, Pelaku Serangan Kereta Tokyo 1995 Silam

Industri pertahanan Israel memiliki sejarah pemasaran produknya setelah bentrokan dengan warga Palestina. Tercatat, konflik berdarah Israel-Gaza pada tahun 2014 membantu perusahaan menjual drone Hermes 900 Kochav, shell tank Hatzav dan MPR500 ' bom pintar.

"Media Israel memusatkan perhatian pada keuntungan tempur dari keduanya dalam persiapan militer untuk Great March of Return dan selama pawai itu sendiri," tulis mereka, mencatat bahwa bentrokan dengan Palestina memberikan kesempatan untuk menguji Matrice 600 dan Phantom 3 gas air mata drone.

Baca juga: Oprah Winfrey Ikut Pilpres AS?

Model-model yang dijuluki 'Laut atau Air Mata' dirancang khusus untuk polisi perbatasan sebagai alat penyebaran massa. Jenis drone lain yang diperkenalkan terhadap Palestina.

Seperti Shoko Drones atau drone air sigung, yang membombardir para pengunjuk rasa dengan cairan berbau busuk dan sangat lengket. 

Beberapa drone yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Gaza ditugasi menembak jatuh layang-layang yang dicurangi dengan bom Molotov. Tapi, seperti yang ditulis oleh para aktivis, menurut para saksi, drone yang sama digunakan untuk menembak orang-orang di tanah.

ma kerusuhan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More