Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Eggi Sudjana Sebut Terjadi Kriminalisasi Jika Dirinya Ditahan Polisi

Eggi Sudjana Sebut Terjadi Kriminalisasi Jika Dirinya Ditahan Polisi Eggi Sudjana di Polda Metro (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana menyebut jika pemeriksaan terhadap dirinya berakhir dengan penahanan, maka dapat diartikan terjadi kriminalisasi.

Eggi beralasan, profesinya sebagai pengacara membuatnya tak bisa dijerat hukum, jika tak melalui prosedur yang benar sesuai dengan undang-undang Advokat. 

"Kalau hari ini tidak ditahan ya Alhamdulillah, kalau ditahan ya kriminalisasi terjadi. (Polisi) tidak profesional, tidak terpercaya, tidak modern," ucap Eggi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Pagi Tak Hadir, Eggi Sudjana Malah Datangi Polda Metro Sore Hari

Bahkan, Eggi menegaskan tak sedikit pun melanggar Pasal 107 KUHP tentang makar seperti yang disangkakan terhadap dirinya.

Sebab, seruan people power yang ia ucapkan merujuk pada diskualifikasi Jokowi sebagai Calon Presiden dan bukan sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Tuduhan 107 (KUHP) itu kaitannya dengan presiden kan keliru itu. Salah konstruksi hukumnya, amat sangat salah. Saya sangat baik kepada polisi, cuma saya aneh aja kok seperti tidak memahami konstruksi hukum," kata Eggi.

"Jadi dalam pengertian itu, kita tidak ada permufakatan apapun. Sebelumnya lagi ada yang bilang people power itu Bapak Amien Rais, tokoh reformasi. Kok enggak apa-apa biasa aja," tambahnya.

Baca juga: Eggi Sudjana Mangkir (lagi) dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Makar

Untuk itu, Eggi meminta kepada Joko Widodo selaku presiden untuk memberikan keadilan terhadap kasus yang menjeratnya. Sebab, pernyataan people power alias gerakan rakyat yang ia lontarkan bukan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan.

"Jokowi bisa perintahkan kepada Kapolri (Tito Karnavian) untuk tidak ditahan kalau dia (Jokowi) berdemokrasi yang benar," cetus Eggi.

Diketahui, penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya memanggil Eggi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan pada hari ini. Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan pertama kalinya Eggi berstatus tersangka.

Polisi menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dengan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Peristiwa

Berita Terkait: