Forgot Password Register

Ehm... e-Commerce Jadi Sarang Barang Import

Ehm... e-Commerce Jadi Sarang Barang Import Ilustrasi pinjaman online (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perkembangan revolusi industri 4.0 juga menimbulkan perubahan perilaku masyarakat. Salah satunya dengan adanya perkembangan perdagangan elektronik (Electronic Commerce/e-Commerce).

Pertumbuhan industri e-Commmerce saat kian melesat. Namun di sisi lain perkembangan e-Commmerce ini justru dinilai menjadi biang kerok tingginya impor konsumsi di Indonesia.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Menteri PPN, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan hal ini karena kontribusi sektor manufaktur yang dinilai masih terbatas.

"Kni kita dalam revolusi industri 4.0 dan salah satu yang membuat pertumbuhan kita tidak bisa lebih tinggi dari seharusnya yang di inginkan, itu karena kontribusi manufaktur kita masih terbatas, sehingga mau tidak mau kita berhadapan langsung dengan produk impor manufaktur kita kewalahan," ujarnya saat ditemui di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Cuma di Daerah ini Kalian Bisa Makan Durian Enak Harga Rp10.000

Lebih lanjut kata dia, hal yang yang menjadi kendala yakni produktivitas tenaga kerja dan daya saing produk dalam negeri. "Salah satunya, kita bicara produktivitas tenaga kerja dan daya saing produk," imbuhnya.

Sehingga kata dia, kedepannya harus ada gebrakan dari para pelaku ekonomi digital terutama yang bergelut di bidang e-Commerce untuk mendorong produk UKM dalam negeri.

"Jadi mau tidak mau, apa yang kami upayakan kedepan bagaimana supaya produk kita dengan semangat ecommerce yang luar biasa dari para millenials kita; akhirnya bisa menjadi tempat yang baik bagi UKM kita yang bergerak di bidang manufaktur," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More