Forgot Password Register

Empat Anak Pelaku Bom Jatim Ditangani Khusus oleh Psikolog

Empat Anak Pelaku Bom Jatim Ditangani Khusus oleh Psikolog Bom Mapolrestabes Surabaya. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Polda Jawa Timur bekerja sama dengan psikolog tengah lakukan pendampingan terhadap empat anak pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo. Pendampingan itu dilakukan untuk pertolongan pertama psikologis dan pemulihan trauma terhadap keempatnya. 

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pendampingan itu dilakukan untuk meminimalisir trauma yang dirasakan anak-anak tersebut. 

"Dapat dilakukan dengan teknik relaksasi progresif untuk mencegah timbulnya kondisi stres akut seperti gejala gangguan tidur, mimpi buruk, gangguan makan, hypervigilance. Dan mengurangi resiko ganguan psikis lanjutan," kata Frans di Polda Jatim, Selasa (15/5/2018). 

Baca juga: Polisi Tembak Mati Penampung Dana JAD Surabaya

Pendampingan psikologis itu baru dilakukan terhadap tiga anak Anton, pelaku ledakan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Sementara satu anak pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. 

Polisi tidak memasukkan keempatnya sebagai pelaku karena usia mereka yang masih di bawah umur. Dari pendampingan itu juga diharapkan bisa digali informasi yang berkaitan dengan peristiwa bom tersebut.  

"Informasi yang memadai yang dibutuhkan berkaitan tentang kejadian. Misalnya keberadaan keluarga, kondisi kedaruratan medis yang ia alami, fasilitas pelayanan kesehatan yang akan diterima," katanya.

Baca juga: Terkuak, Istri Teroris di Surabaya Ternyata PNS Kemenag Jatim

Perbantuan psikologi itu juga dilakukan kepada pihak keluarga anak-anak bomber itu. 

"Membantu agar keluarga untuk tetap merasa merasa tenang, dapat menerima keadaan yang dialami melalui proses konseling PFA (Psycological First Aid)," ucapnya. 

Selain itu polisi pun akan mendampingi pihak keluarga yang turut menemani anak-anak itu. Polisi mengantisipasi adanya doktrinisasi buruk yang akan diajarkan. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More