Forgot Password Register

Enam Hari Menghilang, Pegiat HAM Kenya Ditemukan Tewas

Enam Hari Menghilang, Pegiat HAM Kenya Ditemukan Tewas Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seorang pegiat Hak Asasi Manusia yang berjuang melawan kebengisan polisi dan pembunuhan di luar pengadilan di Kenya telah ditemukan meninggal, enam hari setelah dia menghilang, kata penyelidik kepolisian pada Selasa (12/2/2019).

Caroline Mwatha menghilang di Dandora, daerah miskin di Nairobi. Di ibu kota Kenya itu, ia tinggal dan mengkampanyekan penentangan terhadap perlakuan tak manusiawi di dalam tahanan polisi di negara Afrika Timur itu.

Baca juga: Gagal Menjadi Kandidat PM Thailand, Putri Ubolratana Minta Maaf

Direktorat Investigasi Kejahatan Kenya (CID) mengatakan dalam satu pernyataan bahwa Mwatha meninggal dalam percobaan pengguguran kandungannya yang berumur lima bulan, dan enam orang ditahan.

Media lokal melaporkan ia menghilang pada 6 Februari dan CID menyatakan pihaknya mulai melakukan penyelidikan dua hari kemudian. Tim penyelidik menemukan petunjuk bahwa Mwatha sebelumnya menjalin pembicaraan "terkait usaha untuk menggugurkan kehamilannya yang berusia lima bulan".

"Para penyidik meyakini Carolina meninggal di klinik dan jasadnya dipindahkan ke kamar mayat kota Nairobi," menurut pernyataan itu, dengan menambahkan bahwa mereka yang membawa jasadnya ke tempat penyimpanan mayat memberikan nama palsu bagi mendiang.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Diagendakan Melawat ke Indonesia, Hari Ini Tiba?

Pernyataan CID tidak menjelaskan mengapa keenam orang itu ditangkap, tetapi mengatakan kelompok itu termasuk pemilik klinik tempat aborsi dilakukan, anaknya, seorang dokter yang terlibat dalam proses tersebut serta seorang pengemudi taksi. Menurut CID, penyelidikan masih terus dilakukan.

Mwatha bekerja untuk Pusat Keadilan Komunitas Dandora, yang mendokumentasikan perkara-perkara pembunuhan ektra yudisial oleh personel keamanan di kawasan itu dan memperjuangkan keadilan bagi para korban.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More