Forgot Password Register

Headlines

Eni Saragih Ajukan Diri Jadi JC Terkait Suap PLTU Riau-1, Ini Tanggapan KPK

Tersangka Eni Maulani Saragih (Foto: Antara) Tersangka Eni Maulani Saragih (Foto: Antara)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menganalisis pengajuan sebagai justice collaborator (JC) dari mantan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (EMS), tersangka suap proyek PLTU Riau-1.

"Tersangka EMS ini memang sudah mengajukan diri sebagai JC. Jadi, berkasnya sudah disampaikan ke KPK dan sedang dalam analisis lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Selain Eni, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus itu, yakni Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited serta mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (IM).

Baca juga: Eni Saragih Beberkan Peran Setya Novanto di Kasus Suap PLTU di Riau-1 

"Tentu kami perlu dalami informasi apa yang diketahui tersangka sehingga beberapa kali perlu dilakukan pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka lain. Ada banyak hal yang didalami terkait dengan pertemuan dengan tersangka lain atau pihak-pihak yang pernah dipanggil sebagai saksi oleh KPK," ucap Febri.

Eni mengatakan bahwa pemeriksaannya kali ini masih seputar pendalaman soal pertemuannya dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Johannes Budisutrisno Kotjo.

"Pendalaman-pendalaman dari yang lalu soal pertemuan saya dengan Pak Sofyan Basir dengan Kotjo. Jadi, masih seputar itu saja, belum ada yang baru," ucap Eni usai diperiksa di Gedung KPK RI, Rabu kemarin.

Baca juga: Eni Saragih: Saya Kooperatif ke Penyidik KPK, Tak Berniat Seret Orang Lain 

Idrus bersama Eni diduga telah menerima hadiah atau janji dari Kotjo, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada bulan November sampai dengan Desember 2017, Eni menerima Rp4 miliar. Sedangkan pada bulan Maret dan Juni 2018, Eni menerima Rp2,25 miliar.

Tersangka Eni juga diketahui telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada penyidik KPK.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More