Pantau Flash
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola

FAA Keluarkan Perintah Darurat untuk Setiap Maskapai AS

FAA Keluarkan Perintah Darurat untuk Setiap Maskapai AS Ilustrasi FAA. (Foto: Reuters/Lindsey Wasson)

Pantau.com - Lembaga Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan perintah darurat, yang melarang maskapai AS menerbangkan pesawat di atas perairan, yang wilayah udaranya dikuasai Iran khususnya di atas Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Perintah tersebut dikeluarkan beberapa jam setelah United Ailrlines membekukan penerbangan antara Bandar Udara Newark di New Jersey dan kota pusat keuangan India, Mumbai, yang melewati wilayah udara Iran.

Baca juga: Detik-detik Garda Pertahanan Udara Iran Tembaki Drone Pengintai AS

Seperti diketahui, Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menembak jatuh pesawat nirawak  (drone) "pengintai" Amerika Serikat di Provinsi Hormozgan, di bagian selatan negara itu, menurut situs berita IRGC.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pelanggaran terhadap wilayah udara pihaknya oleh pesawat tanpa awak atau drone Amerika Serikat.

"Pelanggaran terhadap perbatasan Iran sangat dikecam. Kami memperingatkan konsekuensi aksi provokatif dan ilegal seperti itu," kata Juru Bicara Kemlu Iran Abbas Mousavi.

Baca juga: Iran Disebut Sampaikan Berita Palsu Pasca Drone AS Ditembak Jatuh

FAA mengatakan terus prihatin mengenai peningkatan ketegangan dan kegiatan militer dalam jarak dekat dengan jalur sibuk penerbangan sipil serta kesediaan Iran untuk menggunakan rudal jarak jauh di wilayah udara internasional dengan sedikit atau tanpa peringatan.

Pada Juli 2014, pesawat MH17 milik Malaysia Airlines ditembak jatuh oleh rudal di wilayah udara Ukraina hingga semua 298 orang di dalamnya tewas. Peristiwa itu membuat para perusahaan penerbangan meningkatkan langkah untuk mengungkapkan ancaman terhadap pesawat mereka.

Baca juga: Iran ke AS Soal Drone: Ada Konsekuensi atas Aksi Provokatif Itu

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: