Pantau Flash
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen
Pompeo: China Bertanggung Jawab Atas Noda Abadi Abad Ini!
Novri Setiawan Dihukum 2 Laga, Persija Didenda Rp75 Juta
Komedian Nunung Ditangkap Polisi karena Narkoba, Tes Urinenya Positif

Fahri Hamzah Kritisi Polisi Soal Penggunaan Pasal Makar

Headline
Fahri Hamzah Kritisi Polisi Soal Penggunaan Pasal Makar Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, mengkritisi penggunaan pasal makar terhadap seseorang yang mengeluarkan pernyataan di ruang publik. Menurut dia, yang bisa melakukan makar adalah pihak yang memiliki senjata.

"Saya menghimbau polisi jangan menggunakan pasal makar, karena yang bisa makar memiliki senjata, kalau tidak memiliki senjata maka tidak bisa makar," ujar Fahri, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Soal Penangkapan Eggi Sudjana, Fadli Zon: Merusak Demokrasi Kita!

Fahri menanggapi laporan caleg PDI Perjuangan, Dewi Tanjung, yang melaporkan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, ke Polda Metro Jaya atas dugaan makar terkait pernyataan people power.

Fahri mempertanyakan orang yang berbicara di publik lalu disebut melakukan makar, karena delik makar ada bahasa hukumnya sehingga jangan dikarang.

"Pasal makar itu namanya onslaught, itu dibagi dua yaitu onslaught mulut dan onslaught senjata. Onslaught (serangan merusak) memakai mulut sudah dihapus sehingga tidak ada lagi makar pakai mulut, yang ada pakai senjata," ujarnya.

Fahri menilai makar itu terkait dengan menggunakan senjata, mobilisasi senjata, penyelundupan senjata, rencana pembunuhan, namun menggunakan senjata.

Menurut mantan politisi PKS ini, kita jangan khawatir apabila sebuah pendapat yang dikemukakan dapat memunculkan provokasi sehingga pendapat dalam era-demokrasi tidak perlu dianggap bahaya.

Sebelumnya, Amien Rais dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Tanjung atas dugaan makar terkait pernyataan people power mantan ketua MPR itu. Dewi menjelaskan, pelaporan itu didasari orasi Amien di depan Gedung KPU pada 31 Maret 2019. Selain Amien, Dewi melaporkan Rizieq Syihab dan Bachtiar Nasir.

Baca juga: Amien Rais Ganti Seruan People Power Dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat

"Perkaranya sama dengan yang kita sangkakan kepada Saudara Eggi Sudjana yaitu power, dan itu orasinya Bapak Amien Rais langsung di depan KPU tanggal 31 Maret 2019," kata Tanjung, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Mei 2019.

Dalam laporannya, Tanjung juga menyertakan alat bukti berupa compact disc yang berisi orasi ketiga orang terlapor itu.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: