Pantau Flash
Menteri BUMN: Triawan Munaf Dapat Tingkatkan Citra Garuda
F-PKS Tegas Menolak Jika Omnibus Law Hapus Sertifikasi Halal
Sri Mulyani: Global Bergejolak, Sistem Keuangan Indonesia Terkendali
Resmi! Irfan Setiaputra Jadi Dirut dan Triawan Munaf Komut Garuda
Akibat Faktor Teknikal, Rupiah Melemah Jadi Rp 13.685 per Dolar

FIFA Turun Tangan Soal Wanita Iran Bunuh Diri

FIFA Turun Tangan Soal Wanita Iran Bunuh Diri Fans memberikan dukungannya kepada kaum wanita Iran. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Para pejabat FIFA akan mengunjungi Iran dalam waktu dekat, menyusul kematian seorang penggemar wanita akibat membakar dirinya. Wanita tersebut membakar diri sebagai protes atas penangkapannya karena menghadiri pertandingan sepakbola.

Seperti diketahui, Sahar Khodayari yang dijuluki sebagai “Blue Girl” menjadi penggemar berat tim sepakbola Esteghlal yang identik dengan seragam biru meninggal akibat bunuh diri.

Khodayari meninggal di rumah sakit pada Senin 10 September 2019. Ia melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya ketika berada di pengadilan dalam dakwaan atas dirinya yang nekat menonton pertandingan sepakbola dengan menyamar sebagai pria.

Baca juga: Tragis! Diadili karena Nonton Bola, Perempuan Iran Tewas Bakar Diri

Setelah enam bulan menjalani perawatan di rumah sakit, Khodayari akhirnya meninggal. Di Iran memang terdapat sebuah aturan di mana para perempuan dilarang untuk menonton sebuah pertandingan.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi para perempuan berkewarganegaraan asing.Hal ini menjadi persoalan yang dianggap sebagai bentuk diskriminasi terhadap kaum wanita di Iran.

Usai kematian Khodayari, kemarahan semakin menyebar luas di Iran, termasuk media internasional yang mendengar berita tersebut. Bahkan ada ajakan di media sosial agar federasi sepakbola Iran dihukum oleh FIFA. Beberapa tokoh ternama seperti musisi lokal Arash Sobhani, Kapten Iran Mahsoud Shojaeni, serta Mantan kapten Australia dan aktivis HAM Craig Foster turut menyayangkan diskriminasi kaum wanita yang terjadi di Iran.

Jesper Moller, Presiden Federasi Sepakbola Denmark, dan anggota panitia kompetisi FIFA, mengatakan bahwa ia mengharapkan tindakan dari badan pengatur.

“FIFA memiliki sistem disiplin independen dan mereka akan melihatnya. Saya akan membiarkan mereka,” ungkap Moller.

“Begitu mereka telah memberikan vonis, mungkin saja kasus tersebut berakhir dengan pengadilan olahraga internasional, tapi itu harus dihukum jelas,” tambahnya.

Baca juga: Infografis 5 Ancaman Sanksi FIFA Menanti Tim Nasional Indonesia

Mendapat kecaman dari dunia internasional, Kepala staf Presiden Iran, Hassan Rouhani, memberikan pernyataan bahwa pemerintah sebenarnya mengizinkan perempuan masuk ke stadion. Namun pemerintah mengkhawatirkan para perempuan terpengeruh fanatisme berlebihan yang biasa sering dilontarkan oleh para suporter bola.

"Kami tidak melihat masalah dengan kehadiran wanita jika suasana di stadion nyaman, tetapi dengan bahasa yang begitu kotor di kalangan penggemar dan kekerasan, ini tidak disarankan," kata Mahmoud Vaezi.

FIFA sendiri telah menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Khodayari. Mereka pun memberikan seruan tegas pada pemerintah Iran untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap kaum wanita dalam menyaksikan pertandingan sepakbola.

Tim Pantau
Sumber Berita
Reuters
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: