Forgot Password Register

Fraksi PDIP Soal Rekaman Telepon Rini-Sofyan: Klarifikasi BUMN Saja Tak Cukup

Politisi PDIP Masinton Pasaribu. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Politisi PDIP Masinton Pasaribu. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Beredarnya percakapan antara Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di sosial media mendapat sorotan khusus dari anggota DPR RI PDIP.   

Politikus PDIP Masinton Pasaribu meminta agar rekaman pembicaraan tersebut dibuka secara utuh. Menurutnya, klarifikasi dari Kementerian BUMN beum cukup.

"Meskipun sudah ada klarifikasi dari Kementerian BUMN mengenai rekaman percakapan yang diduga Menteri BUMN Rini Sumarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir, klarifikasi dari kementerian itu saja belum cukup. Perlu diuji rekaman itu," kata Masinton melalui pesan elektronik, Minggu (29/4/2018).

Baca juga: Mengungkap Rekaman Pembicaraan Rini Soemarno dan Sofyan Basir

Anggota Komisi III DPR itu menilai, hal ini bisa meresahkan jika tidak diklarifikasi karena sudah jadi konsumsi publik. Apalagi, pembicaraan dalam rekaman itu terkait dengan proyek pemerintah.

"Kalau memang ada bagi-bagi fee kan berarti ada pelanggaran hukum, penegak hukum bisa menindaklanjuti itu. Atau kalau memang benar dipotong (rekaman pembicaraan), silakan laporkan ke penegak hukum, kemudian sajikan yang utuhnya," sambungnya. 

Baca juga: Kementerian BUMN Klarifikasi Percakapan Rini dan Dirut PLN soal 'Bagi-bagi Fee'

Senada dengan Masinton, Anggota Komisi VII dari F-PDIP, Daryatmo Mardiyanto mengaku curiga karena dialog yang dibicarakan tersebut tidak pantas dilakukan di telepon. 

"Rasanya tidak tepat atau tidak pantas. Apa semendesak itu dialog melalui telepon. Ini sebuah diskusi atau dialog yang setara dalam pembicaraan itu. Itu apakah sifatnya instruksi atau penegasan," ujar Anggota Komisi VII dari Fraksi PDIP, Daryatmo Mardiyanto saat dimintai tanggapan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More