Forgot Password Register

'From Zero to Hero'... Viral Aksi Pendatang Gelap Asal Mali Bak Spiderman

Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan Mamoudou Gassama. (Foto: Reuters) Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan Mamoudou Gassama. (Foto: Reuters)

Pantau.com - 

Prancis memberikan kewarganegaraan kepada pendatang gelap dari Mali yang memanjat bangunan blok apartemen Paris untuk menyelamatkan seorang bocah yang akan jatuh dari balkon lantai empat.

Mamoudou Gassama (22) mengatakan jika niat ia menolong tersebut karena perasannya kepada anak-anak. "Saya melakukannya karena itu anak-anak. Aku memanjat. Syukurlah aku menyelamatkannya," kata surat kabar Prancis "Le Parisien" mengutip Gassama.

Pria yang kini dijuluki Spiderman ini langsung mendapat selamat atas aksinya oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Prancis pun berjanji akan memberikan pekerjaan untuk Gassama di unit layanan darurat.

"Kami jelas akan mengatur semua dokumen Anda dan jika Anda menginginkannya, kami akan memulai proses naturalisasi sehingga Anda bisa menjadi warga negara Prancis," kata Macron.

Baca juga: Seruan Mahathir Mohamad Terima Nobel Perdamaian Semakin Besar

Para menteri mengatakan proses kewarganegaraan akan dipercepat, meskipun Gassama tidak dapat secara hukum diberikan kewarganegaraan segera.

Seperti di tempat lain di Eropa, kedatangan dari Afrika dan Timur Tengah telah memperjelas opini publik Prancis dalam beberapa tahun terakhir, mendorong munculnya partai-partai sayap kanan seperti Front Nasional.

Macron, yang telah dikritik oleh pemilih sayap kiri karena mengambil sikap keras terhadap imigrasi sejak pemilihannya, kemungkinan juga berusaha mengirim pesan kepada pemilih Partai Sosialis dengan memberi sikap yang lebih ramah kepada seorang pendatang yang berjasa.

Mamoudou Gassama. (Foto: Reutes)

Gassama mengatakan kepada Macron bahwa dia mencoba menyeberangi Laut Tengah pada Maret 2014 untuk mencapai Italia, tetapi ditangkap oleh polisi.

Eropa telah menghadapi krisis pendatang sejak 2015 setelah perang di Libya dan Suriah dan lebih dari 1 juta orang dari Afrika dan Timur Tengah berusaha mencapai benua Eropa melalui Turki atau laut.

Pemerintah Macron telah mengatakan ingin bersikap tegas dan adil pada kedatangan, tetapi pihaknya mengambil sikap yang lebih keras akhir-akhir ini, dengan parlemen menyetujui rancangan undang-undang yang memperketat aturan suaka.

Baca juga: Bahas Pertemuan dengan Kim, Trump Telepon PM Jepang

"Apa yang telah Anda lakukan seperti halnya dengan apa yang dilakukan petugas pemadam kebakaran; jika ini sesuai dengan keinginan Anda, Anda dapat bergabung dengan pasukan pemadam kebakaran sehingga Anda dapat melakukan (tindakan semacam itu) setiap hari," katanya.

Adam Thiam, seorang pengamat Mali dan mantan penasihat presidensial mengatakan bahwa tindakan Gassama telah dipuji di negara asalnya. "Ada kebanggaan besar di sini di Mali," kata Thiam. "Tapi sementara (Gassama) mendapat kehormatan, ada ... warga Mali yang berada di bawah ancaman diusir oleh pemerintah Prancis," tambahnya.

Gassama mengatakan kepada Walikota Paris Anne Hidalgo melalui telepon pada Minggu bahwa ia tiba dari Mali beberapa bulan yang lalu dan ingin tinggal di Prancis.

"Saya menjawab bahwa sikap heroiknya adalah contoh bagi semua warga negara dan bahwa Kota Paris jelas akan tertarik untuk mendukungnya dalam usahanya untuk menetap di Prancis," kata Hidalgo.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More